CONTOH RKS SEKOLAH SMP

BAB I
PENDAHULUAN

A. Pengertian Rencana Kerja Sekolah (RKS)
Berdasarkan Permendiknas No. 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan, setiap sekolah pada semua jenjang pendidikan, termasuk SMP, harus menyusun Rencana Kerja Sekolah (RKS).
RKS adalah suatu dokumen yang memuat rencana program pengembangan sekolah empat tahun ke depan dengan mempertimbangkan sumberdaya yang dimiliki menuju sekolah yang memenuhi Standar Nasional Pedidikan (SNP). RKS berisi rangkaian rencana berbagai upaya sekolah dan pihak lain yang terkait untuk mengatasi berbagai persoalan sekolah yang ada saat ini menuju terpenuhinya SNP.
RKAS adalah dokumen yang berisi rencana program pengembangan sekolah satu tahun ke depan yang disusun berdasarkan RKS untuk mengatasi kesenjangan yang ada antara kenyataan dengan yang diharapkan menuju terpenuhinya SNP. Dengan demikian RKS adalah gambaran umum rencana pengembangan sekolah empat tahunan dan RKAS adalah jabaran rinci program sekolah tahunan yang disusun oleh sekolah untuk memenuhi SNP. RKS dan RKAS merupakan satu kesatuan.

B. Pentingnya RKS dan RKAS
RKS dan RKAS sangat penting bagi sekolah untuk:
1. Dijadikan dasar bagi sekolah dalam melaksanakan program-program sesuai dengan visi, misi, tujuan, dan sasaran sekolah;
2. Penentuan prioritas sekolah untuk membuat target yang akan dicapai sebagai dalam jangka pendek, menengah, dan jangka panjang;
3. Penentuan langkah-langkah strategis dari kondisi nyata sekolah yang ada sekarang menuju kondisi sekolah yang diharapkan;
4. Pelaksanaan supervisi, monitoring, dan evaluasi keterlaksanaan program dan hasil-hasilnya dalam kerangka memperoleh umpan balik untuk memperbaiki RKS selanjutnya;
5. Dijadikan dasar oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Propinsi, dan Pusat untuk melaksanakan monitoring dan evaluasi keterlaksanaan program dan hasil-hasilnya dalam kerangka melakukan pembinaan kepada sekolah;
6. Untuk memberikan masukan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota, Propinsi, dan Pusat dalam kerangka pencapaian standar nasional pendidikan;
7. Untuk memberikan gambaran kepada stakeholder sekolah (khususnya kepada orang tua siswa/masyarakat) terhadap segala bentuk program sekolah yang akan diselenggarakan, baik dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang.

C. Tujuan Penyusunan RKS
RKS disusun dengan tujuan untuk menjamin agar perubahan/tujuan sekolah yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang kecil.

D. Isi RKS dan RKAS
1. RKS
Sebagai suatu dokumen, RKS berisi program umum rencana kerja sekolah empat tahunan.
2. RKAS
RKAS adalah jabaran operasional dari RKS yang selanjutnya sering disebut dengan Rencana satu tahunan, berisi kegiatan-kegiatan operasional untuk pelaksanaan program yang sudah tertuang dalam RKS.

C. Dasar Hukum Penyusunan RKS dan RKAS
Penyusunan RKS ini didasarkan atas beberapa landasan hukum, di antaranya adalah:
1. UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Pasal 51 ayat 1.
2. PP Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan, Pasal 53 ayat 1.
3. PP Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan, Pasal 51.
4. Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan oleh Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah.
5. PP Nomor 48 Tahun 2008 tentang Pendanaan Pendidikan.
6. Permendiknas Nomor 15 Tahun 2010 tentang Standar Pelayanan Minimal

BAB II
VISI, MISI, DAN TUJUAN SMPN 1 CISURUPAN

A. Visi SMPN 1 Cisurupan
Salah satu tugas kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan yaitu menetapkan arah lembaga pendidikan melalui perumusan visi, misi dan tujuan sekolah yang berorientasi ke masa depan. Sesuai dengan sabda Rasulullah SAW : “ Didiklah anak-anakmu sesungguhnya mereka diciptakan untuk suatu zaman yang tidak sezaman denganmu”.
Masa depan yang dihadapi oleh para peserta didik sesuai dengan perkembangan dan tantangannya, antara lain menyangkut : perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, globalisasi yang semakin deras yang berpengaruh terhadap perubahan perilaku dan moral manusia, era informasi dan perdagangan bebas.
Visi adalah gambaran ideal untuk masa depan yang diinginkan oleh sekolah. Visi ini memberikan wawasan yang menjadi sumber arahan bagi sekolah dan digunakan untuk memandu perumusan misi sekolah. Visi adalah pandangan jauh ke depan ke mana sekolah akan dibawa. Gambaran masa depan harus didasarkan pada landasan yuridis, yaitu undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan menteri dan peraturan perundangan lainnya sesuai dengan jenjang dan jenis sekolahnya.
Visi sekolah harus tetap dalam kerangka kebijakan pendidikan nasional, tetapi sesuai dengan kebutuhan sekolah untuk pelayanan masyarakat. Dengan tujuan pendidikan nasional yang rumusannya sama, profil sekolah dan kebutuhan masyarakat yang dilayani sekolah tidak selalu sama. Oleh karena itu, sekolah memiliki visi yang tidak sama dengan sekolah lain, asalkan tidak keluar dari koridor tujuan pendidikan nasional.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, dan memperhatikan masukkan dari berbagai warga sekolah dan pihak-pihak yang berkepentingan, serta selaras dengan visi Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, Visi Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Barat dan visi pendidikan nasional maka rapat dewan pendidik SMPN 1 Cisurupan beserta komite sekolah memutusakan visi SMPN 1 Cisurupan sebagai berikut :
“Terwujudnya sekolah sebagai unit layanan jasa pendidikan yang mampu mengembangkan potensi peserta didik secara maksimal yang dijiwai oleh nilai-nilai budaya dan karakter bangsa melalui pengembangan standar nasional pendidikan”

Indikator Visi :
1. Tersedianya layanan pembelajaran baik akademik maupun non-akadamik bermutu untuk mengembangkan potensi peserta didik secara maksimal.
2. Budaya dan karater bangsa tercermin dalam kehidupan sehari-hari sekolah.
3. Pengembangan standar nasional pendidikan terlaksana secara terprogram, bertahap dan berkesinambungan.
Sesuai dengan Permendiknas Nomor 19 Tahun 2007, bahwa visi tersebut harus dijadikan cita-cita bersama warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan pada masa yang akan datang, serta mampu memberikan inspirasi, motivasi, dan kekuatan pada warga sekolah dan segenap pihak yang berkepentingan.

G. Misi SMPN 1 Cisurupan
Dari beberapa pengertian misi yang disampaikan para ahli, dapat ditarik kesimpulan bahwa misi merupakan alasan eksistensial berdirinya suatu lembaga pendidikan. Lembaga pendidikan ada karena ada misi yang dijalankannya. Dengan demikian pernyataan misi suatu lembaga pendidikan memberikan gambaran yang jelas tentang jenis produk/jasa yang ditawarkan, pelanggan yang dilayani, dan ciri khas lembaga pendidikan dalam menghantarkan produk/jasa kepada para pelanggan yang menjadi lembaga tersebut unik.

Berdasarkan uraian di atas, maka misi SMPN 1 Cisurupan
1. Mewujudkan pengembangan dan pelaksanaan kurikulum berbasis kompetensi.
2. Mewujudkan pengembangan dan pelaksanaan proses pembelajaran yang aktif, inovatif, kreatif, efektif, dan menyenangkan berbasis ICT.
3. Mengembangkan kegiatan pembinaan kesiswaan berbasis pendidikan budaya dan karakter bangsa.
4. Mewujudkan standar dan hasil lulusan yang mempunyai kompetensi tinggi secara kuantitas maupun kuantitas.
5. Mewujudkan pengembangan profesionalisme pendidik dan tenaga kependidikan sesuai dengan kompetensinya.
6. Mewujudkan pengembangan sarana dan prasarana sesuai dengan standart sarana dan prasarana termasuk perangkat dan jaringan teknologi informasi dan komunikasi.
7. Mewujudkan pengembaangan dan pelaksanaan penilaian secara komprehensip, holistic dan berkesinambungan sesuai dengan kemampuan dan potensi siswa.
8. Mewujudkan pelaksanaan manajemen berbasis sekolah dengan mengedepankan prinsip-prinsip partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas.
9. Mewujudkan hubungan yang harmonis dan kondusif, saling keterbukaan sesuai dengan nilai – nilai budya bangsa antar sesama warga sekolah dan stoke holder sekolah yang lain.
10. Mewujudkan penghayatan dan pengamalan ajaran agama, sebagai bentuk pembinaan keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME.

H. Tujuan SMPN 1 Cisurupan
Berdasarkan fungsi, tujuan pendidikan nasional, tujuan pendidikan dasar, visi dan misi sekolah, maka tujuan SMP 1 Cisurupan :
1. Sekolah mampu menghasilkan lulusan cerdas, terampil, beriman dan bertaqwa, dan memiliki keunggulan kompetitip.
2. Sekolah mampu mengembangkan kurikulum dengan berbagai jenis muatan kurikulum sesuai dengan ketentuan SNP.
3. Sekolah mampu mewujudkan kualitas proses dan hasil belajar siswa melalui pengembangan inovasi perangkat pembelajaran, bahan ajar, sumber belajar, model/strategi pembelajaran, penilaian hasil belajar dan model-model pengelolaan kelas.
4. Sekolah mampu mewujudkan peningkatan pembinaan kesiswaan melalui model pengembangan diri sesuai dengan bakat dan minat peserta didik untuk mengaktualisasikan potensinya menjadi kompetensi.
5. Sekolah mampu mewujudkan tatakrama dan tataterib kehidupan sosial sekolah yang berdasarkan nilkai-nilai keimanan dan ketaqwaan, serta hak azasi manusia.
6. Sekolah mampu mewujudkan lingkungan sekolah yang kondusip dengan fasilitas yang lengkap, relervan dan mutakhir.
7. Sekolah mampu mewujudkan SDM sekolah yang profesional dan memiliki etos kerja yang tinggi sebagai pencerminan dari budaya mutu.
8. Sekolah mampu mewujudkan manajemen berbasis sekolah yang tangguh dengan melaksanakan prinsip partisipasi, transparansi dan akuntabel.
Berdasarkan tujuan tersebut, maka profil siswa atau lulusan SMPN1 Cisurupan yang diharapkan adalah sosok lulusan yang berilmu, beriman, bertaqwa, mampu menggunakan ilmunya dengan penuh manfaat bagi dirinya dan masyarakat lingkungannya, serta selalu berpegang kepada kebenaran, nilai-nilai budaya dan karakter bangsa, menjadi pemimpin yang adil di masa depan dan dapat menyebarkan rahmat ke sekelilingnya

BAB III
TANTANGAN NYATA DAN PROGRAM STRATEGIS

A. Identifikasi Tantangan Nyata (Kesenjangan)
Analisis identifikasi tantangan nyata merupakan perbandingan antara kondisi pendidikan saat ini dengan kondisi pendidikan yang diharapkan sesuai dengan delapan aspek SNP. Tantangan nyata setiap standar nasional pendidikan dirumuskan secara kuantitatif dan terukur. Selisih antara kondisi ideal tiap aspek SNP dengan kondisi nyata tiap aspek SNP saat ini adalah tantangan nyata yang harus diatasi sekolah.
Dalam melakukan analisis tantangan nyata, sekolah menggunakan instrumen Evaluasi Diri Sekolah (EDS) yang dikembangkan oleh Direktorat Pembinaan SMP
Tabel 1 berikut menyajikan kesenjangan antara kondisi saat ini dan kondisi ideal berdasarkan SNP yang dijaring dengan menggunakan EDS.

Tabel 1:
Tantangan Nyata
Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan

NO STAANDAR NASIONAL PENDIDIKAN KONDISI SAAT INI KONDISI IDEAL (SNP) BESAR TANTANGAN
I STANDAR KOMPETENSI LULUSAN (Permen 23/2006)
1. Aspek Kecerdasan
1) Rata-rata UN 60,00 75,00 1,50
2) Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran IPTEK ≤60,00 ≥75,00 1,50
3) Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran estetika (seni budaya) ≤65,00 ≥75,00 1,50
4) Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Penjeaskes ≤65,00 ≥75,00 1,50
5) Tingkat partisipasi/keterlibatan siswa dalam kegiatan menganalisis berbagai gejala alam dan social dalam berbagai bentuk kegiatan
(26-50)% (76-100)% 50%
2. Aspek Pengetahuan
1) Sekolah mengadakan kegiatan pembiasaan(dilakukan rutin dengan frekuensi tinggi) bagi siswa untuk memperoleh pengalaman belajar melui : kunjungan perpustakaan, dari kliping, mengadakan kelompok belajar, dari laporan-laporan ilmiah,dari internet,dll. ≤ 2 kegiatan ≤ 5 kegiatan 3 kegiatan
2) Tingkat partisipasi/keterlibatan siswa dalam program pembiasaan untuk mencari informasi/pengetahuan lebih lanjut dari berbagai sumber belajar. (26-50)% (76-100)% 50%
3) Memanfaatkan Sekolah mengadak an kegiatan siswa memperoleh pengalaman belajar yang mampu memanfaatkan lingkungan (outdoor leraning) 2 kegiatan 4 kegiatan 2 kegiatan
4) Sekolah memperoleh kejuaran tertinggi wiyatamandala (sekolah sehat,seolah hijau,dll)
Belum pernah Tingkat nasional Tingkat Kabupaten
3. Anspek Kepribadi
1) Sekolah memiliki pemataan SK/KD dalam silabus yang menunjukkan keterkaitan aspek Pendidikan Kewarganegaraan dan Kepribadian dengan jumlah mapel ≥ 2 mapel ≥ 4 mapel ≥ 2 mapel
2) Rata-rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran Kewarganegaraan danm Kepribadian 65-69,99 ≥75,00 ≥ 1,00
3) Sekolah mengadakan kegiatan agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang dapat menganalisis gejala alam dan social dalam bentuk kegiatan ilmiah Tidak ada 4 kegiatan 4 kegiatan
4) Sekolah memperoleh kejuaraan tertinggi pada kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian berupa kegiatan ektra kurikuler atau OSIS Tidak ada Tingkat nasional Ingkat Kabupaten
5) Sekolah memperoleh kejuaran tertinggi pada layanan konseling (misalnya: perencanaan karir, kehidupan pribadi, kemampuan social, dan atau kegiatan ekstrakurikuler, OSN,FLS2N,O2SN, dll 1 jenis, peringkat 3 propinsi Tingkat nasional 3 Jenis pringkat 1 propinsi
6) Sekolah memperoleh kejuaraan/penghargaan tertinggi aspek menghargai perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain, seperti diskusi kelompok,seminar,pelatihan,musyawarah,debat siswa, dlll
Tidak ada Tingkat nasi-onal Tk.
Kabupa-ten
4 Aspek Akhlak Mulia
1) Sekolah mengadakan kegiatan terprogram seperti : sosialisasi tata tertib, penyuluhan narkoba, penyuluhan kenakalan remaja, catatan pelanggaran, catatan sanksi, dll. ≥ 2 jenis Keg. ≥ 4 Jenis Keg. ≥ 2 Jenis Keg.
2) Sekolah memperoleh kejuaran tertinggi pada bidang partisipasi dalam penegakkan aturan-aturan social, seperti sosialisasi tata tertib, penyuluhan narkoba, penyuluhan kenakalan remaja, catatan pelanggaran, catatan sanski, dll. Tidak ada Tingkat nasonal Tingkat kabupa-ten
3) Sekolah memperoleh kejuaraan tertinggi pada bidang olah raga Perkt 3 propinsi Tingkat nasio-nal Perkt 1 propinsi
4) Sekolah memperoleh kejuaraan tertinggi pada bidang pertisipasi siswa dalam kehidupan ber- masyarakat ,berbangsa dan bernegara secara demokratis dalam wadah NKRI, seperti upacara hari besarkenegaraan, PMR, kegiatan Osis dll dalam satu tahun terakhir mencapai atau memenuhi : Tidak ada Tingkat nasonal Tingkat kabupa-ten
5) Sekolah mengadakan kegiatan terperogram agar siswa memperoleh pengalaman belajar untuk membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan seperti: program pembiasaan 7K,prestasi lomba kebersihan antar kelas, dan muatan lokal yang relevan, dan lain,lain, dalam satu yahun terakhir mencapai / memnuhi ≥ 4 Jenis Keg. ≥ 4 Jenis Keg. ≥ 4 Jenis Keg.
6) Sekolah memperoleh kejuaraan tertinggi pada kegiatan untuk membentuk karakter siswa, menumbuhkan rasa sportivitas, dan kebersihan lingkungan. Tidak ada Tingkat nasonal Tingkat kabupa-ten
7) Rata rata nilai ketuntasan belajar kelompok mata pelajaran agama dan akhlaq mulia yaitu mapel Pendidikan agama ( dihitung dari rata-rata nilai ulangan semester 1 dan 2 tahun terakhhir ) adalah : ≥ 4 75 ≥ 4 75 ≥ 4 75

8) Sekolah memperoleh kejuaraan tertinggi pada bidang agama dan akhlaq mulia yang bersifat efektif, seperti : aktivitas ibadah bersama, pendalaman kitab suci,qiroah, tartil qur’an dll, dalam satu tahun terakhir mencapai / memenuhi : Tidak ada Tingkat nasonal Tingkat kabupa-ten

9) Sekolah mengadakan kegiatan terperogram agar siswa memperoleh pengalaman belajar untuk menghargai keberagaman agam,bangsa,dan suku,ras dan golongan sosial ekonomi, seperti: peringatan hari-hari besar nasional, pentas seni budaya, dan bulan bahasa, dan lain-lain,dalam satu tahun terakhir mencapai / memnuhi : 2 Jenis Keg. ≥ 4 Jenis Keg. 2 Jenis Keg.
10) Sekolah memperoleh kejuaraan tertinggipeda kegiatan bertoleransi dalam keberagaman agama,bangsa,suku,ras dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup nasional. Tidak ada Tingkat nasonal Tingkat kabupa-ten
11) Sekolah memperoleh penghargaan tertinggi dalam bidang layanan pengembangan diri dalam bentuk konseling dan / kegiatan ekstrakurikuler baik terperogram maupun tidak terperogram seperti, layanan konseling,upacara bendera, ibadah tatakram in ection dan lain-lain, dalam satu tahun terakhir mencapai/memnuhi: Tidak ada Tingkat nasonal Tingkat kabupa-ten
12) Sekolah memperoleh kejuaraan / penghargaan tertinggi, dan aspek menghargai perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain, seperti :diskusi diskusi kelompok,seminar, pelatihan,musyawarah,debat siswa,dll
Tidak ada Tingkat nasonal Tingkat kabupa-ten
5 Aspek keterampilan untuk hidup
1) Sekolah mengadakan kegiatan terprogram agar siswa memperoleh pengalaman menghasilkan karya kreatif baik individual maupun kelompok seperti :
melukis, kerajinan tangan, karya teknologi tepat guna, seni tari, lagu ciptaan, seni pertunjukan, dan lain-lain . 2 Jenis Keg. ≥ 4 Jenis Keg. 2 Jenis Keg.
2) Sekolah mengadakan kegiatan terprogram pada aspek menyimak, membaca , menulis, dan berbicara dalam Bahasa Indonesia 2 Jenis Keg. ≥ 4 Jenis Keg. 2 Jenis Keg.
3) Sekolah mengadakan kegiatan terprogram pada aspek menyimak, membaca , menulis, dan berbicara dalam Bahasa Ingris
2 Jenis Keg. ≥ 4 Jenis Keg. 2 Jenis Keg.
6 Aspek Pendidikan lebih lanjut
1) Sekolah memperoleh kejuaraan/olimpiade tertinggi bidang pengembangan IPTEK seiring dengan perkembangannya yaitu bidang matematika . Belum Pernah Tk Nasi-onal Tk Kabupa-ten
2) Sekolah memperoleh kejuaraan/olimpiade tertinggi bidang pengembangan IPTEK seiring dengan perkembangannya yaitu bidang Ilmu Pengetahuan Alam Belum Pernah Tk Nasi-onal Tk Kabupa-ten
3) Sekolah memperoleh kejuaraan/olimpiade tertinggi bidang pengembangan IPTEK seiring dengan perkembangannya yaitu bidang Ilmu Pengetahuan Sosial. Belum Pernah Tk Nasi-onal Tk Kabupa-ten
4) Sekolah memperoleh kejuaraan/olimpiade tertinggi bidang pengembangan IPTEK seiring dengan perkembangannya yaitu bidang Lomba Karya Ilmiah Remaja.

Belum Pernah Tk Nasi-onal Tk Kabupa-ten
II STANDAR ISI
1 Komponen Kerangka Dasar Kurikulum
1.1 Aspek Muatan Kurikulum
1) Isi Kurikulum yang dilaksanakan sekolah terdiri dari aspek 8-9 aspek 8-9 aspek
2) Dalam pengembangan/penyusunan kurikulum SNP terdapat panduan pelaksanaan muatan,
8 panduan muatan 8 Pandu-an
1.2 Aspek Prinsip Pengembangan Kurikulum,
1) Pengembangan KURIKULUM di sekolah dilaksanakan dengan prinsip/keharusan melibatkan beberapa pihak 3 pihak ≥ 8 Pihak ≥ 5 Pihak
2) Pengembangan KURIKULUM di sekolah dilaksanakan dengan berpedoman kepada
≥ 5 pedoman 3 pedo-man ≥ 5 pedoman
2 pedo- man
3) Prinsip-prinsip umum yang dipergunakan oleh sekolah dalam pengembangan KURIKULUM SNP 4 prinsip 7 prinsip
3 prinsip
4) Ketersediaan referensi yang memuat prinsip-prinsip pengembangan KURIKULUM SNP di sekolah ≤ 70% 90-100 %
30%
5) Tingkat keberhasilan kegiatan pengembangan KURIKULUM ≤ 70% 90-100 %
30%
1.3 Aspek Prinsip Pelaksanaan Kurikulum
1) KURIKULUM yang akan dilaksanakan/diimplementasikan dalam pembelajaran berdasarkan pada prinsip-prinsip umum: 5 Prinsi 7-8 Prinsip 3 Prinsip
2) Ketersediaan referensi/pedoman/acuan/sumber daya umum untuk implementasi prinsip-prinsip pelaksanaan KURIKULUM di sekolah
≤ 70% 90-100 %
30%
2 Komponen Struktur Kurikulum Pendidikan
2.1 Aspek Struktur Kurikulum
1) Isi/muatan dalam struktur KURIKULUM minimal 4-5 aspek 6-7 aspek
2 aspek
2) Ketersediaan referensi umum sebagai panduan dalam pembuatan struktur KURIKULUM di sekolah ≤ 70% 90-100 %
30%
3) Keterlaksanaan program muatan lokal di sekolah 70%
90-100 % 30%
4) Keberadaan program pengembangan diri di sekolah bersifat ekstrakurikuler ≥ 4 program ≥ 5 program
≥ 1 program

5) Keberadaan program pengembangan diri di sekolah bersifat layanan konseling ≥ 2 program ≥ 5 program
≥ 3 program

6) Keterlaksanaan program pengembangan diri bersifat ekstrakurikuler di sekolah < 70 % 90-100 % 30% 7) Keterlaksanaan program PBKL di sekolah 2 cara > 2 cara

3) Sekolah melaksanakan evaluasi proses pembelajaran dengan memusatkan pada kinerja guru
kinerja guru

4.4 Pelaporan

1) Sekolah melaporkan hasil pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan yaitu:
Guru/dewan guru, pengawas/Dinas Pendidikan Kab/Kota, Komite Sekolah Guru/dewan guru, pengawas/Dinas Pendidikan Kab/Kota, Komite Sekolah
2) Tindak lanjut pelaporan oleh sekolah terhadap hasil pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan: (51-75)%
(76-100)%
(26-50)%

4.5 Tindak Lanjut
1) Tindak lanjut dari hasil pengawasan oleh pemangku kepentingan melalui: 3 cara
3 cara

2) Selama satu tahun terakhir hasil pengawasan oleh pemangku kepentingan yang ditindaklanjuti adalah sebanyak:

(51-75)%
(76-100)%
(26-50)%

IV STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
1 Komponen Guru
1.1 Aspek Kualipikasi Akademik
1) Jumlah guru yang telah memiliki kualifikasi D-IV atau S1 dari perguruan tinggi terakreditasi adalah: (76-100)%

1.2 Aspek kesesuaian Latar Belakang Pendidikan
1) Jumlah guru mata pelajaran yang mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya dari keseluruhan guru yang ada adalah: (51-75)%
(76-100)%
(26-50)%

1.3 Aspek Kesehatan jamani dan rohani
1) Guru-guru memiliki kesehatan jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar, yaitu antara lain dibuktikan dengan tingkat kehadiran mengajar dalam waktu satu semester adalah: (86-90)%
(96-100)%
10%
1.4 Aspek Kompetensi Pedagogik Sebagai Agen Pembelajaran
1) Jumlah guru yang mampu merencanakan pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran dan tercantum/terbukti ada seperti: RPP, bahan ajar, media pembelajaran, administrasi penilaian, dll adalah: (51-75)%
(76-100)%
(26-50)%

2) Hasil atau produk RPP yang dipersiapkan untuk pembelajaran oleh guru adalah:
100% buatan/karya sendiri (guru) 100% buatan/karya sendiri (guru)

3) Jumlah guru yang mampu mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran dan ada bukti kepemilikan perangkat/kumpulan soal-soal (instrument) sesuai yang diajarkan adalah: (51-75)%
(76-100)%
(26-50)%

4) Kemampuan guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran dengan dibuktikan kepemilikian dokumen penilaian hasil belajar peserta didik: (51-75)%
(76-100)%
(26-50)%

1.5 Aspek Kepribadian Sebagai Agen Pembelajaran
1) Tingkat pelanggaran dalam proses pembelajaran yang dilakukan guru-guru, sebanyak : ≤ 1 %
≤ 1 %

2) Keterlaksanaan pola pembinaan terhadap kompetensi kepribadian guru, sebanyak :
≥ 4 pola Pembina-an kepribadi-an ≥ 4 pola pembinaan kepribadian
3) Prestasi/penghargaan tertinggi yang diperoleh guru baik individu maupun kelompok ditinjau dari kompetensi kepribadian dalam satu tahun terakhir adalah mencapai tingkat: Nasional
Kabupaten

1.6 Aspek Kompetensi Sosial Sebagai agen Pembelajaran
1) Sekolah menyelenggarakan kegiatan untuk pembinaan kompetensi sosial guru, sebanyak :
≥ 4 kegiatan pembinaan kompetensi sosial ≥ 4 kegiatan pembinaan kompetensi sosial
2) Guru-guru yang melakukan pengabdian masyarakat (umum) dalam berbagai bentuk, sebanyak : (51-75)%
(76-100)%
(26-50)%

3) Prestasi/penghargaan tertinggi yang diperoleh guru baik individu maupun kelompok ditinjau dari kompetensi sosial adalah dalam satu tahun terakhir mencapai tingkat: Nasional
Kabupaten

1.7 Aspek Kompetensi Profesional Sebagai Agen Pembelajaran
1) Tingkat penguasaan materi yang diampu oleh guru sesuai Permendiknas No 22/2006 (Standar Isi), mencakup : 5-7 komponen
≥ 8 kompon-en 2-4 komponen

2) Sekolah melaksanakan kegiatan terprogram untuk pembinaan kompetensi profesional guru sesuai dengan bidang-bidangnya, sebanyak: 5-7 komponen
≥ 8 kompon-en 2-4 komponen

3) Jumlah guru yang melaksanakan/mengikuti seminar/lokakarya ilmiah sesuai bidangnya dalam satu tahun terakhir mencapai: < 26 %
(76-100)%
(51-75)%

4) Jumlah guru yang membuat karya tulis ilmiah dalam satu tahun terakhir mencapai: 63m2 (b) Ukuran
< 63 m2 (c) Jumlah (d) =(a+b+c)
Baik 20

27
Rsk ringan
Rsk sedang 7
Rsk Berat
Rsk Total

Keterangan kondisi:
Baik Kerusakan 2 cara

3) Sekolah melaksanakan evaluasi proses pembelajaran dengan memusatkan pada Sekolah melaksanakan evaluasi proses pembelajaran dengan memusatkan pada kinerja guru

4.4 Pelaporan

1) Sekolah melaporkan hasil pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan yaitu:
Sekolah melaporkan hasil pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan yaitu:
Guru/dewan guru, pengawas/Dinas Pendidikan Kab/Kota, Komite Sekolah
2) Tindak lanjut pelaporan oleh sekolah terhadap hasil pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan: Tindak lanjut pelaporan oleh sekolah terhadap hasil pemantauan, supervisi, dan evaluasi proses pembelajaran kepada pemangku kepentingan: (76-100)%

4.5 Tindak Lanjut
1) Tindak lanjut dari hasil pengawasan oleh pemangku kepentingan melalui: Tindak lanjut dari hasil pengawasan oleh pemangku kepentingan melalui: 3 cara

2) Selama satu tahun terakhir hasil pengawasan oleh pemangku kepentingan yang ditindaklanjuti adalah sebanyak:

Selama satu tahun terakhir hasil pengawasan oleh pemangku kepentingan yang ditindaklanjuti adalah sebanyak: (76-100)%

IV STANDAR PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
1 Komponen Guru
1.1 Aspek Kualipikasi Akademik
1) Jumlah guru yang telah memiliki kualifikasi D-IV atau S1 dari perguruan tinggi terakreditasi adalah: Jumlah guru yang telah memiliki kualifikasi D-IV atau S1 dari perguruan tinggi terakreditasi adalah: (76-100)%

1.2 Aspek kesesuaian Latar Belakang Pendidikan
1) Jumlah guru mata pelajaran yang mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya dari keseluruhan guru yang ada adalah: Jumlah guru mata pelajaran yang mengajar sesuai dengan latar belakang pendidikannya dari keseluruhan guru yang ada adalah: (76-100)%

1.3 Aspek Kesehatan jamani dan rohani
1) Guru-guru memiliki kesehatan jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar, yaitu antara lain dibuktikan dengan tingkat kehadiran mengajar dalam waktu satu semester adalah: Guru-guru memiliki kesehatan jasmani dan rohani untuk menjalankan tugas mengajar, yaitu antara lain dibuktikan dengan tingkat kehadiran mengajar dalam waktu satu semester adalah: (96-100)%

1.4 Aspek Kompetensi Pedagogik Sebagai Agen Pembelajaran
1) Jumlah guru yang mampu merencanakan pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran dan tercantum/terbukti ada seperti: RPP, bahan ajar, media pembelajaran, administrasi penilaian, dll adalah:50% Jumlah guru yang mampu merencanakan pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran dan tercantum/terbukti ada seperti: RPP, bahan ajar, media pembelajaran, administrasi penilaian, dll adalah:100% (50)%

2) Hasil atau produk RPP yang dipersiapkan untuk pembelajaran oleh guru adalah:50%
Hasil atau produk RPP yang dipersiapkan untuk pembelajaran oleh guru adalah:50% 100% buatan/karya sendiri (guru)
3) Jumlah guru yang mampu mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran dan ada bukti kepemilikan perangkat/kumpulan soal-soal (instrument) sesuai yang diajarkan adalah:50% Jumlah guru yang mampu mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran dan ada bukti kepemilikan perangkat/kumpulan soal-soal (instrument) sesuai yang diajarkan adalah:50% (76-100)%

4) Kemampuan guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran dengan dibuktikan kepemilikian dokumen penilaian hasil belajar peserta didik:50% Kemampuan guru dalam melaksanakan evaluasi pembelajaran dengan dibuktikan kepemilikian dokumen penilaian hasil belajar peserta didik:75% (76-100)%

1.5 Aspek Kepribadian Sebagai Agen Pembelajaran
1) Keterlaksanaan pola pembinaan terhadap kompetensi kepribadian guru, sebanyak : 2 POLA
Keterlaksanaan pola pembinaan terhadap kompetensi kepribadian guru, sebanyak : 4 POLA 2 pola Pembina-an kepribadi-an
1.6 Aspek Kompetensi Sosial Sebagai agen Pembelajaran
1) Sekolah menyelenggarakan kegiatan untuk pembinaan kompetensi sosial guru, sebanyak : 1 keg
Sekolah menyelenggarakan kegiatan untuk pembinaan kompetensi sosial guru, sebanyak : 2 keg 1 kegiatan pembinaan kompetensi sosial
1.7 Aspek Kompetensi Profesional Sebagai Agen Pembelajaran
1) Tingkat penguasaan materi yang diampu oleh guru sesuai Permendiknas No 22/2006 (Standar Isi), mencakup : 5 kmponen Tingkat penguasaan materi yang diampu oleh guru sesuai Permendiknas No 22/2006 (Standar Isi), mencakup : 8 kmponen 3 komponen
2) Sekolah melaksanakan kegiatan terprogram untuk pembinaan kompetensi profesional guru sesuai dengan bidang-bidangnya, sebanyak: 5 komponen Sekolah melaksanakan kegiatan terprogram untuk pembinaan kompetensi profesional guru sesuai dengan bidang-bidangnya, sebanyak: 8 komponen 3 komponen
3) Jumlah guru yang membuat karya tulis ilmiah dalam satu tahun terakhir mencapai: < 26 %
Jumlah guru yang membuat karya tulis ilmiah dalam satu tahun terakhir mencapai: 50 %
(24)%

2.4 Kemampuan Kepemimpinan
1) Kemampuan kepala sekolah dalam mengelola sekolah yang ditunjukkan antara lain oleh keberadaan berbagai kegiatan, sebanyak: 4 jenis
Kemampuan kepala sekolah dalam mengelola sekolah yang ditunjukkan antara lain oleh keberadaan berbagai kegiatan, sebanyak: 7 jenis
3 jenis

2) Keberhasilan pengelolaan sekolah yang ditunjukkan oleh berbagai indikator sekolah : 3 indikator
Keberhasilan pengelolaan sekolah yang ditunjukkan oleh berbagai indikator sekolah : 5 indikator
2 indikator

2.5 Aspek Kemampuan Kewirausahaan
1) Kemampuan kepala sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan usaha yang dapat dipergunakan untuk pusat sumber belajar siswa, sebanyak : 1 jenis usaha sekolah
Kemampuan kepala sekolah dalam menyelenggarakan kegiatan usaha yang dapat dipergunakan untuk pusat sumber belajar siswa, sebanyak : 2 jenis usaha sekolah 1 jenis kegiatan usaha sekolah

2.6 Aspek Kemampuan Supervisi Monitoring

1) Pengelolaan supervisi oleh kepala sekolah/tim khusus kepala sekolah yang ditunjukkan dengan: 3 jenis Pengelolaan supervisi oleh kepala sekolah/tim khusus kepala sekolah yang ditunjukkan dengan: 5 jenis 2 jenis

2) Pengelolaan monitoring oleh kepala sekolah/tim khusus kepala sekolah yang ditunjukkan dengan : 3 jenis Pengelolaan monitoring oleh kepala sekolah/tim khusus kepala sekolah yang ditunjukkan dengan : 5 jenis 2 jenis

3 Komponen Tenaga Administrasi
3.4 Aspek Kesesuaian Latar Belakang Pendidikan Dengan Tugasnya Sebagai Tenaga Administrasi
1) Keahlian tenaga administrasi dengan bidang tugasnya dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku sebanyak: 3 orang Keahlian tenaga administrasi dengan bidang tugasnya dibuktikan dengan ijazah dan/atau sertifikat keahlian yang relevan sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku sebanyak: 5 orang 2 orang

4 Komponen Tenaga Perpustakaan
4.1 AspekKualifikasi Pendidikan Minimum Kepala Perpustakaan : 0 orang AspekKualifikasi Pendidikan Minimum Kepala Perpustakaan : 1 orang 1 orang
1) Kualifikasi akademik Kepala Perpustakaan adalah D4 atau S1 dari jalur pendidik denagn memiliki sertifikat atau minimal (D-III) dari jalur tenaga kependidikan dengan latar belakang ilmu perpustakaan dan informasi (salah satu diantara keduanya) adalah: 0
Kualifikasi akademik Kepala Perpustakaan adalah D4 atau S1 dari jalur pendidik denagn memiliki sertifikat atau minimal (D-III) dari jalur tenaga kependidikan dengan latar belakang ilmu perpustakaan dan informasi (salah satu diantara keduanya) adalah: 1
1 orang

4.2 Aspek Masa Kerja Waktu Diangkat Menjadi Kepala Perpustakaan
1) Pengalaman kerja waktu diangkat menjadi kepala perpustakaan adalah:
≥ 3 tahun dari pustakawan atau 4 tahun dari tenaga perpustakaaan
4.3 Aspek Latar Belakang Pendidikan Dengan Bidang Tugasnya sebagai tenaga perpustakaan
1) Latar belakang pendidikan minimal SLTA dan dengan program pendidikan yang sesuai dengan tugasnya sebagai tenaga perpustakaan yaitu memiliki sertifikat pustakawan dalam satu tahun terakhir sebanyak: 2
Latar belakang pendidikan minimal SLTA dan dengan program pendidikan yang sesuai dengan tugasnya sebagai tenaga perpustakaan yaitu memiliki sertifikat pustakawan dalam satu tahun terakhir sebanyak: 4
2 orang

5 Komponen Tenaga Laboratorium
5.1 Aspek Kualifikasi Pendidikan Sebagai Kepala Laboratorium
1) Kualifikasi akademik Kepala Laboratorium IPA adalah D4 atau S1 dari jalur pendidik dengan memiliki sertifikat atau minimal (D-III) dari jalur tenaga kependidikan dengan latar belakang sebagai laboran/teknisi (salah satu diantara keduanya) adalah: 1 orang Kualifikasi akademik Kepala Laboratorium IPA adalah D4 atau S1 dari jalur pendidik dengan memiliki sertifikat atau minimal (D-III) dari jalur tenaga kependidikan dengan latar belakang sebagai laboran/teknisi (salah satu diantara keduanya) adalah: 1 orang 1 orang

2) Kualifikasi akademik Kepala Laboratorium Komputer adalah D4 atau S1 dari jalur pendidik dengan memiliki sertifikat atau minimal (D-III) dari jalur tenaga kependidikan dengan latar belakang sebagai laboran/teknisi (salah satu diantara keduanya) adalah: 1 orang Kualifikasi akademik Kepala Laboratorium Komputer adalah D4 atau S1 dari jalur pendidik dengan memiliki sertifikat atau minimal (D-III) dari jalur tenaga kependidikan dengan latar belakang sebagai laboran/teknisi (salah satu diantara keduanya) adalah: 1 orang 1 orang

3) Latar belakang bidang pendidikan kepala laboratorium IPA sesuai dengan bidang tugasnya (Biologi, Fisika, atau Kimia), adalah: 0
Latar belakang bidang pendidikan kepala laboratorium IPA sesuai dengan bidang tugasnya (Biologi, Fisika, atau Kimia), adalah: 1 orang
1 orang
4) Latar belakang bidang pendidikan kepala laboratorium Komputer sesuai dengan bidang tugasnya (Teknologi Informasika, Manajemen Informatika, Elektronika, dan sejenisnya), adalah: 0
Latar belakang bidang pendidikan kepala laboratorium Komputer sesuai dengan bidang tugasnya (Teknologi Informasika, Manajemen Informatika, Elektronika, dan sejenisnya), adalah: 1
1 orang

5.4 Aspek Kualifikasi Pendidikan Minimum Sebagai Tenaga Teknisi Laboratorium
1) Kualifikasi pendidikan Teknisi Laboratorium IPA minimum D-II yang relevan dengan tugasnya di laboratorium IPA atau memiliki sertifikat sebagai teknisi laboratorium IPA (ahli peralatan) adalah: 0 Kualifikasi pendidikan Teknisi Laboratorium IPA minimum D-II yang relevan dengan tugasnya di laboratorium IPA atau memiliki sertifikat sebagai teknisi laboratorium IPA (ahli peralatan) adalah: 1 1 orang

5.5 Aspek Kualifikasi pendidikan minimu sebagai tenaga laboran
1) Kualifikasi pendidikan laboran IPA minimum D-I yang relevan dengan tugasnya di sebagai laboran IPA atau memiliki sertifikat sebagai laboran IPA (membantu teknisi laboratorium IPA) adalah: 0
Kualifikasi pendidikan laboran IPA minimum D-I yang relevan dengan tugasnya di sebagai laboran IPA atau memiliki sertifikat sebagai laboran IPA (membantu teknisi laboratorium IPA) adalah: 1orang 1 orang

2) Kualifikasi pendidikan laboran Komputer minimum D-I dan memiliki sertifikat sebagai laboran : 0
Kualifikasi pendidikan laboran Komputer minimum D-I dan memiliki sertifikat sebagai laboran : 1 1 orang

6 Komponen Tenaga Layanan Khusus
6.1 Aspek Pemenuhan Jumlah Tenaga Layanan Khusus
1) Sekolah memenuhi kegiatan tenaga layanan khusus, sebanyak : 2 jenis

Sekolah memenuhi kegiatan tenaga layanan khusus, sebanyak : 4 jenis
2 jenis tenaga layanan khusus

V STANDAR SARANA DAN PRASARANA
1 Komponen Lahan
1.1 Aspek Luas Lahan
1) Sekolah memiliki luas lahan minimal atau lebih untuk SSN dengan jumlah anak per rombongan belajar kelas 7,8,9 masing-masing 32 siswa (lihat table 1 pada buku indikator Sekolah), yaitu:76% Sekolah memiliki luas lahan minimal atau lebih untuk SSN dengan jumlah anak per rombongan belajar kelas 7,8,9 masing-masing 32 siswa (lihat table 1 pada buku indikator Sekolah), yaitu:100% 24%

1.2 Aspek Keamanan
1) Dalam satu tahun terakhir, sekolah memenuhi unsur-unsur aspek keamanan : 3 Dalam satu tahun terakhir, sekolah memenuhi unsur-unsur aspek keamanan : 4 1 unsur

1.3 Aspek Kenyamanan
1) Dalam satu tahun terakhir, sekolah memenuhi unsur-unsur aspek kenyamanan : 3 unsur Dalam satu tahun terakhir, sekolah memenuhi unsur-unsur aspek kenyamanan : 4 unsur 1 unsur

1.4 Aspek Ijin Pemanfaatan Lahan
1) Dalam hal pemanfaatan lahan, kondisi dan lokasi sekolah memenuhi:3 Dalam hal pemanfaatan lahan, kondisi dan lokasi sekolah memenuhi:4 1 unsur

2 Komponen Bangunan
2.1 Luas Lantai
1) Sekolah memiliki luas lantai minimal (lihat tabel 2 pada buku indikator Sekolah) dengan jumlah anak per rombongan belajar kelas 7,8,9 masing-masing 15-32 siswa, yaitu: 76% Sekolah memiliki luas lantai minimal (lihat tabel 2 pada buku indikator Sekolah) dengan jumlah anak per rombongan belajar kelas 7,8,9 masing-masing 15-32 siswa, yaitu:100% 24%

2.2 Aspek Keselamatan
1) Dalam satu tahun terakhir, kondisi sekolah dan bangunan sarpras sekolah memenuhi unsur-unsur keselamatan bangunan memenuhi : 3 Dalam satu tahun terakhir, kondisi sekolah dan bangunan sarpras sekolah memenuhi unsur-unsur keselamatan bangunan memenuhi : 4 1 unsur

2.3 Aspek Kesehatan
1) Kondisi sekolah dan bangunan sarpras sekolah memenuhi unsur-unsur kesehatan bangunan pada tahun terakhir mencapai : 3 unsur Kondisi sekolah dan bangunan sarpras sekolah memenuhi unsur-unsur kesehatan bangunan pada tahun terakhir mencapai : 4 unsur 1 unsur

2.4 Aspek Kenyamanan
1) Kondisi bangunan sekolah memenuhi unsur-unsur kenyamanan dan mencapai : 3 unsur Kondisi bangunan sekolah memenuhi unsur-unsur kenyamanan dan mencapai : 4 unsur 1 unsur

2.7 Aspek Pemeliharaan
1) Sekolah melaksanakan pemeliharaan bangunan dengan pemenuhan aspek-aspek: (1) pemeliharaan ringan, (2) pemeliharaan sedang, (3) pemeliharaan berat, (4) dilakukan berkala/rutin, (5) terdapat sarpras pendukung pemeliharaan, (6) dan sebagainya, pada tahun terakhir mencapai: 3 Sekolah melaksanakan pemeliharaan bangunan dengan pemenuhan aspek-aspek: (1) pemeliharaan ringan, (2) pemeliharaan sedang, (3) pemeliharaan berat, (4) dilakukan berkala/rutin, (5) terdapat sarpras pendukung pemeliharaan, (6) dan sebagainya, pada tahun terakhir mencapai: 4 1 aspek

2.8 Aspek Kecukupan Bangunan
1) Sekolah mengembangkan kebutuhan bangunan, inventarisasi bangunan, dan lainnya: 7 unsur Sekolah mengembangkan kebutuhan bangunan, inventarisasi bangunan, dan lainnya: 9 unsur 2 unsur

3 Komponen Kelengkapan Sapras
3.1 Aspek Kelengkapan Sarana
1) Sekolah memiliki kelengkapan sarpras, yang terdiri dari :6 Sekolah memiliki kelengkapan sarpras, yang terdiri dari :14 8 jenis

2) Kelengkapan sarpras laboratorium komputer memenuhi ketentuan dan mencapai : 3 Kelengkapan sarpras laboratorium komputer memenuhi ketentuan dan mencapai : 8 5 jenis

3) Kelengkapan sarpras laboratorium bahasa memenuhi ketentuan dan mencapai : 2 jenis Kelengkapan sarpras laboratorium bahasa memenuhi ketentuan dan mencapai : 6 jenis 4 jenis
3.2 Aspek Ruang Kelas
1) Ruang kelas memenuhi ketentuan dan mencapai :2 unsur Ruang kelas memenuhi ketentuan dan mencapai : 4unsur 2 unsur

2) Jumlah ruang kelas yang telah memenuhi standar minimal sarpras sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 3 pada buku indikator Sekolah) :50% Jumlah ruang kelas yang telah memenuhi standar minimal sarpras sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 3 pada buku indikator Sekolah) :100% 50 %

3.3 Aspek Ruang Perpustakaan
1) Perpustakaan sekolah memenuhi ketentuan dan unsur-unsur: 3 unsur Perpustakaan sekolah memenuhi ketentuan dan unsur-unsur: 4 unsur 1 unsur

2) Sarpras perpustakaan telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 4 pada buku indikator Sekolah) :50% Sarpras perpustakaan telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 4 pada buku indikator Sekolah) :50% 50 %

3.4 Aspek Ruang Laboratorium
1) Ruang laboratorium IPA memenuhi ketentuan dan unsur-unsur: 2 unsur Ruang laboratorium IPA memenuhi ketentuan dan unsur-unsur: 6 unsur 4 unsur

2) Sarpras laboratorium IPA telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 5 pada buku indikator Sekolah) :25% Sarpras laboratorium IPA telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 5 pada buku indikator Sekolah) :100% 75 %

3.5 Aspek Ruang Pimpinan
1) Ruang pimpinan yang dimiliki sekolah terdiri dari : 4 Jenis Ruang pimpinan yang dimiliki sekolah terdiri dari : 9 Jenis 5 jenis

2) Sarpras ruang pimpinan telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 6 pada buku indikator Sekolah) : 70% Sarpras ruang pimpinan telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 6 pada buku indikator Sekolah) : 100% 30 %

3.6 Aspek Ruang Guru
1) Kriteria ruang guru memenuhi unsur-unsur dan ketentuan :2 unsur Kriteria ruang guru memenuhi unsur-unsur dan ketentuan :4 unsur 2 unsur

2) Sarpras ruang guru telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 5 pada buku indikator Sekolah) :50% Sarpras ruang guru telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 5 pada buku indikator Sekolah) :100% 50 %

3.7 Aspek Ruang Tata Usaha
1) Kriteria ruang tata usaha usaha memenuhi unsur dan ketentuan : 2 unsur Kriteria ruang tata usaha usaha memenuhi unsur dan ketentuan : 6 unsur 4 unsur

2) Sarpras ruang TU telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 8 pada buku indikator Sekolah):50% Sarpras ruang TU telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 8 pada buku indikator Sekolah):100% 50 %

3.8 Aspek Ruang Ibadah
1) Tempat ibadah bagi warga sekolah memenuhi ketentuan:0
Tempat ibadah bagi warga sekolah memenuhi ketentuan:3
3 unsur

2) Standar Sarana dan Prasarana tempat ibadah memenuhi ketentuan: 0 Standar Sarana dan Prasarana tempat ibadah memenuhi ketentuan: 2 2 unsur

3.9 Aspek Ruang Konseling
1) Ruang konseling sebagai tempat siswa mendapatkan layanan konseling memenuhi ketentuan: 1 unsur Ruang konseling sebagai tempat siswa mendapatkan layanan konseling memenuhi ketentuan: 2 unsur 2 unsur

2) Sarpras ruang konseling telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 9 pada buku indikator Sekolah): 50% Sarpras ruang konseling telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 9 pada buku indikator Sekolah): 100% 50 %

3.10 Aspek Ruang UKS
1) Ruang UKS sebagai tempat untuk penanganan dini siswa yang mengalami gangguan kesehatan di sekolah, memenuhi ketentuan:1 unsur Ruang UKS sebagai tempat untuk penanganan dini siswa yang mengalami gangguan kesehatan di sekolah, memenuhi ketentuan: 4 unsur 3 unsur

2) Sarpras ruang UKS telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 10 pada buku indikator Sekolah): 50% Sarpras ruang UKS telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 10 pada buku indikator Sekolah): 100% 50 %

3.11 Aspek Ruang Organisasi Kesiswaan
1) Ruang organisasi kesiswaan sebagai tempat melakukan kegiatan kesekretariatan, memenuhi ketentuan:1unsur Ruang organisasi kesiswaan sebagai tempat melakukan kegiatan kesekretariatan, memenuhi ketentuan:4 unsur 3 unsur

2) Sarpras ruang organisasi kesiswaan telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 11 pada buku indikator Sekolah):50% Sarpras ruang organisasi kesiswaan telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 11 pada buku indikator Sekolah):100% 50 %

3.12 Aspek Jamban
1) Jamban sebagai tempat buang air besar dan/atau kecil, memenuhi ketentuan: 1 unsur Jamban sebagai tempat buang air besar dan/atau kecil, memenuhi ketentuan: 4 unsur 3 unsur

2) Sarpras jamban telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 12 pada buku indikator Sekolah):50%
Sarpras jamban telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 12 pada buku indikator Sekolah):100% 50 %

3.13 Aspek Gudang
1) Gudang sebagai tempat penyimpanan, memenuhi ketentuan: 1 unsur Gudang sebagai tempat penyimpanan, memenuhi ketentuan: 4 unsur 3 unsur

2) Sarpras gudang telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 13 pada buku indikator Sekolah): 50% Sarpras gudang telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 13 pada buku indikator Sekolah): 100% 50 %

3.14 Aspek Ruang Sirkulasi
1) Ruang sirkulasi horisontal sebagai tempat penghubung antar ruang dalam pembangunan sekolah dan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan bermain dan interaksi sosial siswa di luar jam pelajaran, memenuhi ketentuan: 1 unsur Ruang sirkulasi horisontal sebagai tempat penghubung antar ruang dalam pembangunan sekolah dan sebagai tempat berlangsungnya kegiatan bermain dan interaksi sosial siswa di luar jam pelajaran, memenuhi ketentuan: 4 unsur 3 unsur

3.15 Aspek Tempat Bermain/Olah Raga
Tempat bermain/berolahraga memenuhi ketentuan:1 unsur Tempat bermain/berolahraga memenuhi ketentuan: 4 unsur 3 unsur

Sarpras tempat bermain/ berolahraga telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 14 pada buku indikator Sekolah):50%

Sarpras tempat bermain/ berolahraga telah memenuhi standar minimal sampai tahun terakhir mencapai (lihat tabel 14 pada buku indikator Sekolah):100% 50 %

VI STANDAR PENGELOLAAN
A. Komponen Rencana Kerja Sekolah
1 Aspek Visi Sekolah
1) Kriteria Visi memenuhi unsur-unsur : 4 unsur Kriteria Visi memenuhi unsur-unsur : 5 unsur 1 unsur

2) Rumusan visi lembaga mencakup aspek-aspek : 5 aspek Rumusan visi lembaga mencakup aspek-aspek : 8 aspek 3 aspek

3) Sekolah melaksanakan sosialisasi yang melibatkan berbagai unsur:3 unsur Sekolah melaksanakan sosialisasi yang melibatkan berbagai unsur:6 unsur 3 unsur

2 Aspek Misi Sekolah
1) Rurumusan misi sekolah sesuai dengan visi lembaga bersama warga sekolah, dan memenuhi unsur: 4 unsur Rurumusan misi sekolah sesuai dengan visi lembaga bersama warga sekolah, dan memenuhi unsur: 6 unsur 2 unsur

3 Aspek Tujuan Sekolah
1) Rumusan tujuan sekolah 4 (empat) tahunan sesuai dengan misi dan visi lembaga bersama warga sekolah, memenuhi unsur-unsur: 3 unsur Rumusan tujuan sekolah 4 (empat) tahunan sesuai dengan misi dan visi lembaga bersama warga sekolah, memenuhi unsur-unsur: 5 unsur 2 unsur

2) Rumusan tujuan 1 (satu) tahunan mengandung aspek-aspek SNP :8 spek Rumusan tujuan 1 (satu) tahunan mengandung aspek-aspek SNP :8 spek ≥ 8 aspek

3) Sekolah telah merumuskan dan menetapkan tujuan sekolah 1 (satu) tahunan sesuai dengan tujuan 4 tahunan lembaga bersama warga sekolah, dan memenuhi unsur-unsur: 4 unsur Sekolah telah merumuskan dan menetapkan tujuan sekolah 1 (satu) tahunan sesuai dengan tujuan 4 tahunan lembaga bersama warga sekolah, dan memenuhi unsur-unsur: 5 unsur 1 unsur

4) Rumusan tujuan 1 (satu) tahunan mengandung aspek-aspek SNP : Rumusan tujuan 1 (satu) tahunan mengandung aspek-aspek SNP :5-7 2 aspek

4 Aspek Rencana kerja Sekolah
1) Rencana Kerja Sekolah (RKS) atau rencana kerja jangka menengah, disusun dengan sistematika atau terdiri dari aspek-aspek : 12 Rencana Kerja Sekolah (RKS) atau rencana kerja jangka menengah, disusun dengan sistematika atau terdiri dari aspek-aspek : 12
≥ 12 aspek

2) Rencana Kerja Sekolah (RKS) atau rencana kerja jangka menengah/rencana kerja empat tahunan yang disusun memuat standar dalam SNP Rencana Kerja Sekolah (RKS) atau rencana kerja jangka menengah/rencana kerja empat tahunan yang disusun memuat standar dalam SNP ≥ 8 standar

3) Sekolah memiliki Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) atau rencana kerja jangka pendek/rencana kerja satu tahun, disusun dengan sistematika atau terdiri dari aspek-aspek: Sekolah memiliki Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) atau rencana kerja jangka pendek/rencana kerja satu tahun, disusun dengan sistematika atau terdiri dari aspek-aspek: ≥ 14 aspek

4) Rencana Kerja Sekolah (RKS) atau rencana kerja jangka menengah dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) atau rencana kerja jangka pendek, telah disosialisasikan yang melibatkan unsur-unsur : Rencana Kerja Sekolah (RKS) atau rencana kerja jangka menengah dan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) atau rencana kerja jangka pendek, telah disosialisasikan yang melibatkan unsur-unsur : ≥ 6 unsur

5) Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) atau rencana kerja jangka pendek yang disusun berdasarkan RKAS dan memuat aspek-aspek dalam SNP : Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) atau rencana kerja jangka pendek yang disusun berdasarkan RKAS dan memuat aspek-aspek dalam SNP : ≥ 8 aspek

6) Sekolah merencanakan kegiatan bidang kesiswaan yang terdiri dari kegiatan: 3kegiatan Sekolah merencanakan kegiatan bidang kesiswaan yang terdiri dari kegiatan: 5 kegiatan 2 kegiatan

7) Sekolah merencanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran untuk menghasilkan 5 (lima) dokumen: 4 dokumen Sekolah merencanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran untuk menghasilkan 5 (lima) dokumen: 5 dokumen 1 jenis dokumen

8) Sekolah merencanakan pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan dan memenuhi: 3 p3ng3lolaan
Sekolah merencanakan pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan dan memenuhi: 5 penglolaan 2 pengelo-laan

9) Perencanaan sekolah terhadap bidang sarana dan prasarana mencakup: 3 pengelola-an ≥ 4 pengelo-laan

10) Sekolah merencanakan pengelolaan kegiatan bidang keuangan dan pembiayaan pendidikan, meliputi: 3 pengelolaan Sekolah merencanakan pengelolaan kegiatan bidang keuangan dan pembiayaan pendidikan, meliputi: 4 pengelolaan 1 pengelolaan

11) Sekolah merencanakan, melaksanakan kegiatan, dan mengevaluasi kegiatan dan hasil suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif, meliputi: Sekolah merencanakan, melaksanakan kegiatan, dan mengevaluasi kegiatan dan hasil suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif, meliputi: 4 jenis ≥ 4 jenis

12) Sekolah merencanakan jalinan kerjasama/kemitraan dengan unsur-unsur : 2 Sekolah merencanakan jalinan kerjasama/kemitraan dengan unsur-unsur : 7 5 unsur
13) Sekolah merencanakan program-program pengawasan, meliputi : 3 program Sekolah merencanakan program-program pengawasan, meliputi : 5 program 2 program
14) Sekolah merencanakan evaluasi diri untuk mengetahui gambaran menyeluruh tentang kinerja diri (sekolah) melalui pengkajian dan analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan pada masing-masing aspek SNP, sekurang-kurangnya:
Sekolah merencanakan evaluasi diri untuk mengetahui gambaran menyeluruh tentang kinerja diri (sekolah) melalui pengkajian dan analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan pada masing-masing aspek SNP, sekurang-kurangnya:
1 tahun sekali

15) Sekolah merencanakan evaluasi kinerja kepada pendidik dan tenaga kependidikan melalui program:3 program Sekolah merencanakan evaluasi kinerja kepada pendidik dan tenaga kependidikan melalui program:3 program 4 program evaluasi

16) Sekolah merencanakan kegiatan persiapan unsur-unsur untuk akreditasi sekolah oleh BAS, meliputi: 3 unsur Sekolah merencanakan kegiatan persiapan unsur-unsur untuk akreditasi sekolah oleh BAS, meliputi: 4 unsur 1 unsur

B. Komponen Pelaksanaan Rencana Kerja Sekolah
1 Aspek Pedoman Pengelolaan Sekolah
1) Sekolah memiliki pedoman-pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan program/kegiatan secara tertulis yang terdiri dari: 3pedeman Sekolah memiliki pedoman-pedoman yang mengatur berbagai aspek pengelolaan program/kegiatan secara tertulis yang terdiri dari: 8 pedoman 5 pedoman

2 Aspek Struktur Organisasi Sekolah
1) Sekolah memiliki struktur organisasi dengan uraian tugas yang jelas yang meliputi: 3 komponen Sekolah memiliki struktur organisasi dengan uraian tugas yang jelas yang meliputi: 4 komponen 1 kompo-nen
3 Aspek Pelaksanaan Kegiatan
1) Keterlaksanaan program dan kegiatan sekolah sebagaimana tercantum dalam RKS dan RKAS dalam tahun terakhir adalah sebesar:75% Keterlaksanaan program dan kegiatan sekolah sebagaimana tercantum dalam RKS dan RKAS dalam tahun terakhir adalah sebesar:100% (25)%

4 Aspek Bidang Kesiswaan
1) Sekolah melaksanakan kegiatan bidang kesiswaan dan dalam tahun terakhir memenuhi : 3 kegitan
Sekolah melaksanakan kegiatan bidang kesiswaan dan dalam tahun terakhir memenuhi : 5 kegitan 2 kegiatan

5 Aspek Bidang Kurikulum Dalam Kegiatan Belajar Mengajar: 3 aspek Aspek Bidang Kurikulum Dalam Kegiatan Belajar Mengajar: 5 aspek 2 aspek
1) Sekolah melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran untuk menghasilkan dokumen: 3 dok Sekolah melaksanakan kegiatan pengembangan kurikulum dan pembelajaran untuk menghasilkan dokumen: 5 dok 2 jenis dokumen

6 Aspek Bidang Pendidik Dan TenagaKependidikan
1) Sekolah melaksanakan pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi : 3 pengelolaan Sekolah melaksanakan pengelolaan pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan meliputi : 5 pengelolaan 2 pengelolaan
7 Aspek Bidang Sarana dan Prasarana
1) Sekolah melaksanakan kegiatan dalam kaitannya dengan sarana meliputi : 3 pengelolaan Sekolah melaksanakan kegiatan dalam kaitannya dengan sarana meliputi : 4 pengelolaan 1 pengelolaan

2) Sekolah mengawasi/mengevaluasi terhadap pelaksanaan dan hasil-hasil kegiatan bidang sarana mencakup : 3 peng Sekolah mengawasi/mengevaluasi terhadap pelaksanaan dan hasil-hasil kegiatan bidang sarana mencakup : 4 peng 1 pengelolaan

8 Aspek Bidang Keuangan dan Pembiayaan
1) Sekolah melaksanakan pengelolaan kegiatan bidang keuangan dan pembiayaan pendidikan, meliputi:3 pengelolaan Sekolah melaksanakan pengelolaan kegiatan bidang keuangan dan pembiayaan pendidikan, meliputi: 4 pengelolaan 1 pengelolaan
9 Aspek Budaya dan Lingkungan Sekolah
1) Sekolah menciptakan (merencanakan, melaksanakan kegiatan, dan mengawasi/mengevaluasi kegiatan dan hasil) suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif, mencakup jenis kegiatan : 3 jenis Sekolah menciptakan (merencanakan, melaksanakan kegiatan, dan mengawasi/mengevaluasi kegiatan dan hasil) suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif, mencakup jenis kegiatan : 4 jenis 1 jenis

10 Aspek Peran Serta Masyarakat
1) Sekolah melaksanakan jalinan kerjasama/kemitraan dengan unsur-unsur : 3 unsur Sekolah melaksanakan jalinan kerjasama/kemitraan dengan unsur-unsur : 7 unsur 4 unsur

C Komponen Pengawasan Dan Evaluasi
1 Aspek Program Pengawasan
1) Sekolah melaksanakan sosialisasi kepada warga sekolah tentang program-program pengawasan, melalui: (1) pengumuman/edaran, (2) rapat dewan guru, (3) keterlibatan guru, (4) lainnya, dalam tahun terakhir memenuhi: 3 keg
Sekolah melaksanakan sosialisasi kepada warga sekolah tentang program-program pengawasan, melalui: (1) pengumuman/edaran, (2) rapat dewan guru, (3) keterlibatan guru, (4) lainnya, dalam tahun terakhir memenuhi: 4 keg 1 kegiatan

2) Sekolah melaksanakan program-program pengawasan, yaitu: (1) supervisi, (2) monitoring, (3) evaluasi, (4) pelaporan, dan (5) tindak lanjut hasil pengawasan, dan dalam tahun terakhir memenuhi: 3 Prog Sekolah melaksanakan program-program pengawasan, yaitu: (1) supervisi, (2) monitoring, (3) evaluasi, (4) pelaporan, dan (5) tindak lanjut hasil pengawasan, dan dalam tahun terakhir memenuhi: 5 pro 2 program

3) Sasaran kepengawasan dari berbagai program yang ada di sekolah adalah meliputi bidang: (1) kurikulum, (2) pembelajaran, (3) penilaian, (4) manajemen sekolah, (5) pembiayaan, (6) ketenagaan, (7) sarpras, (8) kesiswaan, (9) budaya sekolah dan lingkungan sekolah, dan (10) lainnya, yaitu telah memenuhi sasaran: 9 sasaran
Sasaran kepengawasan dari berbagai program yang ada di sekolah adalah meliputi bidang: (1) kurikulum, (2) pembelajaran, (3) penilaian, (4) manajemen sekolah, (5) pembiayaan, (6) ketenagaan, (7) sarpras, (8) kesiswaan, (9) budaya sekolah dan lingkungan sekolah, dan (10) lainnya, yaitu telah memenuhi sasaran: 10 sasaran 1 jenis sasaran
2 Aspek Evaluasi Diri
1) Sekolah melaksanakan evaluasi diri untuk mengetahui gambaran menyeluruh tentang kinerja diri (sekolah) melalui pengkajian dan analisis kekuatan, kelemahan, peluang, dan tantangan pada masing-masing aspek SNP, sekurang-kurangnya: 1 tahun sekali

3
Aspek Pendayagunaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan 1 program evaluasi 4 program evaluasi
1) Sekolah melaksanakan evaluasi kinerja melalui program: (i) kesesuaian penugasan dengan keahlian, (ii) keseimbangan beban kerja, (iii) kinerja pendidik dan tenaga kependidikan dalam pelaksanaan tugas, serta (iv) pencapaian prestasi pendidik dan tenaga kependidikan, dalam satu tahun terakhir memenuhi: 1 program evaluasi 4 program evaluasi

4 Aspek Akreditasi Sekolah
1) Sekolah melaksanakan persiapan unsur-unsur untuk akreditasi sekolah oleh BAN, yaitu: (1) dokumen pendukung, (2) personil/tim pelaksana, (3) bukti fisik non dokumen, dan (4) sarpras yang dibutuhkan untuk akreditasi, dalam satu tahun terakhir mencapai: 4 unsur

D Komponen Kepemimpinan Sekolah
1 Aspek Kepemimpinan Kepala dan Wakil Kepala Sekolah
1) Sekolah memiliki struktur kepemimpinan, yaitu: (1) seorang kepala sekolah dan 1 (satu) atau lebih wakil kepala sekolah, (2) dipilih secara demokratis berdasarkan rapat dewan guru, (3) dilaporkan kepada atasan langsung, dan (4) terdapat SK dari atasan langsung, yaitu memenuhi: 4 jenis/unsur/tahapan

2 Komponen Sistem informasi Manajemen
1) Sekolah memiliki sistem informasi manajemen sebagai bentuk penyebarluasan dan penerimaan informasi seperti: (1) dokumen, (2) foto, (3) leaflet, (4) booklet, (5) buku tamu, (6) buletin, (7) papan informasi, (8) CD, (9) dll, dalam tahun terakhir memenuhi:

5-8 bentuk
≥ 9 bentuk

VII STANDAR PEMBIAYAAN
A Komponen Biaya Investasi
1 Aspek Penyusunan RAPBS
1) Sekolah menyusun RKS dan RKAS yang di dalamnya memuat RAPBS dengan melibatkan stakeholders dan mencakup unsur-unsur: 7 unsur Sekolah menyusun RKS dan RKAS yang di dalamnya memuat RAPBS dengan melibatkan stakeholders dan mencakup unsur-unsur: 13 unsur 6 unsur

2 Aspek Sarana Dan Prasaran
1) Sekolah menyusun RKS dan RKAS yang di dalamnya memuat RAPBS dengan melibatkan stakeholders dan mencakup unsur-unsur: 3 unsur
Sekolah menyusun RKS dan RKAS yang di dalamnya memuat RAPBS dengan melibatkan stakeholders dan mencakup unsur-unsur: 5 unsur 2 unsur

3 Aspek Pengembangan Pendidik dan tenaga Kependidikan
1) Sekolah membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dengan berbagai kegiatan berdasarkan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) yang berasal dari beberapa sumber pendanaan, dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam tahun terakhir mencapai:
Sekolah membelanjakan biaya untuk pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dengan berbagai kegiatan berdasarkan Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS) yang berasal dari beberapa sumber pendanaan, dari anggaran pengembangan pendidik dan tenaga kependidikan dalam tahun terakhir mencapai: (76-100)%

4 Aspek Modal Kerja
1) Sekolah memiliki modal kerja tetap untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir dan tertuang dalam RKAS, seperti: gaji pendidik dan tenaga kependidikan, biaya operasi, biaya penyelenggaraan pendidikan, dll, telah mencapai: Sekolah memiliki modal kerja tetap untuk membiayai seluruh kebutuhan pendidikan selama satu tahun terakhir dan tertuang dalam RKAS, seperti: gaji pendidik dan tenaga kependidikan, biaya operasi, biaya penyelenggaraan pendidikan, dll, telah mencapai: (91-100)%

B Komponen Biaya Operasional
1 Aspek Gaji Pendidik
1) Sekolah membelanjakan atau membayar gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain pendidik dari anggaran gaji pendidikan, maka dari dana yang dialokasikan pada tahun berjalan telah mencapai: Sekolah membelanjakan atau membayar gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain pendidik dari anggaran gaji pendidikan, maka dari dana yang dialokasikan pada tahun berjalan telah mencapai:
2 Gaji Tenaga Kependidikan
1) Sekolah membelanjakan atau membayar gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain tenaga kependidikan dari anggaran gaji pendidikan, maka pada tahun berjalan telah mencapai: Sekolah membelanjakan atau membayar gaji, insentif, transport, dan tunjangan lain tenaga kependidikan dari anggaran gaji pendidikan, maka pada tahun berjalan telah mencapai: (91-100)%

3 Aspek Kegiatan Pembelajaran
1) Sekolah membelanjakan biaya untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran seperti: pengadaan alat peraga, buku tekas, CD pembelajaran, pengadaan modul, kamus, globe, peta, ensiklopedi, selama tiga tahun terakhir dari dana yang dialokasikan sebagai dana penunjang telah mencapai: Sekolah membelanjakan biaya untuk menunjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran seperti: pengadaan alat peraga, buku tekas, CD pembelajaran, pengadaan modul, kamus, globe, peta, ensiklopedi, selama tiga tahun terakhir dari dana yang dialokasikan sebagai dana penunjang telah mencapai: (91-100)%

4 Aspek Kegiatan Kesiswaan
1) Sekolah membelanjakan biaya untuk kegiatan kesiswaan seperti: kepramukaan, OSIS, UKS, LKIR, dll dari dana yang dialokasikan bidang kesiswaan dalam tahun terakhir telah mencapai: Sekolah membelanjakan biaya untuk kegiatan kesiswaan seperti: kepramukaan, OSIS, UKS, LKIR, dll dari dana yang dialokasikan bidang kesiswaan dalam tahun terakhir telah mencapai: (91-100)%

5 Aspek Alat Tulis Kantor
1) Sekolah membelanjakan biaya untuk pengadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran, seperti: pensil, penghapus, pena, penggaris, stapler, kertas, buku administrasi, penggandaan, foto copy, dll dari dana yang dialokasikan pada tahun terakhir mencapai: Sekolah membelanjakan biaya untuk pengadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran, seperti: pensil, penghapus, pena, penggaris, stapler, kertas, buku administrasi, penggandaan, foto copy, dll dari dana yang dialokasikan pada tahun terakhir mencapai: (91-100)%

6 Aspek Bahan Habis Pakai
1) Sekolah membelanjakan biaya pengadaan bahan habis pakai untuk kegiatan pembelajaran seperti: bahan praktikum, tinta, kapur, untuk kebersihan, dll dari dana yang dialokasikan pada tahun terakhir mencapai: Sekolah membelanjakan biaya pengadaan bahan habis pakai untuk kegiatan pembelajaran seperti: bahan praktikum, tinta, kapur, untuk kebersihan, dll dari dana yang dialokasikan pada tahun terakhir mencapai: (91-100)%

7 Aspek Alat Habis Pakai
1) Sekolah membelanjakan biaya pengadaan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran seperti: alat olah raga, alat praktium, alat kebersihan, dll dari dana yang dialokasikan pada tahun terakhir mencapai: Sekolah membelanjakan biaya pengadaan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran seperti: alat olah raga, alat praktium, alat kebersihan, dll dari dana yang dialokasikan pada tahun terakhir mencapai: (91-100)%

8 Aspek Kegiatan Rapat
1) Sekolah membelanjakan biaya kegiatan rapat untuk kegiatan pembelajaran seperti: rapat PPDB, rapat evaluasi semesteran, rapat kenaikan kelas, rapat rapat kelulusan, rapat pemecahan masalah, rapat koordinasi, rapat wali murid, dll dari dana yang dialokasikan pada tahun terakhir mencapai: Sekolah membelanjakan biaya kegiatan rapat untuk kegiatan pembelajaran seperti: rapat PPDB, rapat evaluasi semesteran, rapat kenaikan kelas, rapat rapat kelulusan, rapat pemecahan masalah, rapat koordinasi, rapat wali murid, dll dari dana yang dialokasikan pada tahun terakhir mencapai: (91-100)%

9 Aspek Transpor dan Perjalanan Dinas
1) Sekolah membelanjakan biaya transport dan perjalanan dinas seperti untuk : kepala sekolah/wakil, guru, dan tenaga kependidikan lain dari dana yang dialokasikan pada tahun terakhir mencapai: Sekolah membelanjakan biaya transport dan perjalanan dinas seperti untuk : kepala sekolah/wakil, guru, dan tenaga kependidikan lain dari dana yang dialokasikan pada tahun terakhir mencapai: (91-100)%

10 Aspek Pengadaan Soal-soal ujian
1) Sekolah membelanjakan biaya transport dan perjalanan dinas seperti untuk : kepala sekolah/wakil, guru, dan tenaga kependidikan lain dari dana yang dialokasikan pada tahun terakhir mencapai: Sekolah membelanjakan biaya transport dan perjalanan dinas seperti untuk : kepala sekolah/wakil, guru, dan tenaga kependidikan lain dari dana yang dialokasikan pada tahun terakhir mencapai: (91-100)%

11 Langganan Daya dan Jasa
1) Sekolah membelanjakan biaya pengadaan daya dan jasa seperti: listrik, telpon, air, dll dari dana yang dialokasikan pada tahun terakhir mencapai: Sekolah membelanjakan biaya pengadaan daya dan jasa seperti: listrik, telpon, air, dll dari dana yang dialokasikan pada tahun terakhir mencapai: (91-100)%

12 Aspek Operasional Pendidikan Tidak Langsung
1) Sekolah membelanjakan biaya untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung seperti uang lembur, konsumsi, asuransi, dll dari dana yang dialokasikan selama tiga tahun terakhir mencapai: Sekolah membelanjakan biaya untuk mendukung kegiatan operasional tidak langsung seperti uang lembur, konsumsi, asuransi, dll dari dana yang dialokasikan selama tiga tahun terakhir mencapai: (91-100)%

C Komponen Biaya Personal
1 Aspek Sumbangan Pendidikan
1) Sekolah menggunakan sumbangan pendidikan atau dana dari masyarakat/komite sekolah untuk peningkatan mutu, dan memenuhi: Sekolah menggunakan sumbangan pendidikan atau dana dari masyarakat/komite sekolah untuk peningkatan mutu, dan memenuhi:
2 Aspek biaya Operasional Lainnya

1) Sekolah melakukan pungutan biaya operasional lain di samping iuran komite rutin dan fisik sekolah untuk pengingkatan mutu pendidikan seperti: biaya ujian, biaya praktikum, study tour, perpisahan, dll, dalam tahun terakhir adalah: Sekolah melakukan pungutan biaya operasional lain di samping iuran komite rutin dan fisik sekolah untuk pengingkatan mutu pendidikan seperti: biaya ujian, biaya praktikum, study tour, perpisahan, dll, dalam tahun terakhir adalah: Tidak melakukan pungutan biaya operasional lain
3 Aspek Penetapan Biaya Operasional
Dalam proses pengambilan keputusan dan penetapan dana dari masyarakat sekolah melibatkan berbagai pihak antara lain: (1) kepala sekolah, (2) komite sekolah, (3) guru, (4) tenaga kependidikan lain, (5) siswa, dan (6) lainnya seperti yayasan atau pemangku kepentingan, dalam tahun terakhir memenuhi: Dalam proses pengambilan keputusan dan penetapan dana dari masyarakat sekolah melibatkan berbagai pihak antara lain: (1) kepala sekolah, (2) komite sekolah, (3) guru, (4) tenaga kependidikan lain, (5) siswa, dan (6) lainnya seperti yayasan atau pemangku kepentingan, dalam tahun terakhir memenuhi: ≥ 4 unsur

4 Aspek Pengelolaan Biaya Operasional
Sekolah mengelola dana dari masyarakat sebagai biaya operasonal dilakukan secara: (1) sistematis, (2) transparan, (3) efisien, dan (4) akuntabel, dalam tahun terakhir memenuhi: Sekolah mengelola dana dari masyarakat sebagai biaya operasonal dilakukan secara: (1) sistematis, (2) transparan, (3) efisien, dan (4) akuntabel, dalam tahun terakhir memenuhi: 4 unsur

D Komponen Transparansi dan Akuntabilitas
1 Aspek Pedoman Pengelolaan Keuangan
1) Sekolah memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKAS (RAPBS) selama: Sekolah memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar dalam penyusunan RKAS (RAPBS) selama: ≥ 4 tahun

2 Aspek Pembukuan Biaya operasional
1) Apakah sekolah memiliki pembukuan biaya opersional ? Apakah sekolah memiliki pembukuan biaya opersional ? Ya

3 Aspek Laporan Pertanggungjawaban Pengelolaan Keuaangan
1) Apakah sekolah membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan sekolah baik kepada pemerintah atau yayasan?

Apakah sekolah membuat laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan sekolah baik kepada pemerintah atau yayasan? Ya

VIII
STANDAR PENILAIAN
A Komponen Penilaian Oleh Pendidik
1 Aspek Informasi Silabus dan Mata Pelajaran
1) Jumlah guru yang menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada siswa pada awal semester dalam satu tahun terakhir adalah: 50% Jumlah guru yang menginformasikan rancangan dan kriteria penilaian yang ada dalam silabus mata pelajaran kepada siswa pada awal semester dalam satu tahun terakhir adalah: 50% (100)%

2) Jumlah silabus mata pelajaran yang diinformasikan kepada siswa pada awal semester dalam satu tahun terakhir dari keseluruhan silabus mata pelajaran adalah:50%
Jumlah silabus mata pelajaran yang diinformasikan kepada siswa pada awal semester dalam satu tahun terakhir dari keseluruhan silabus mata pelajaran adalah:100% (50)%

2 Aspek Indikator Pencapaian KD dan Teknik Penilaian
1) Jumlah silabus mata pelajaran yang diinformasikan kepada siswa pada awal semester dalam satu tahun terakhir dari keseluruhan silabus mata pelajaran adalah:50%
Jumlah silabus mata pelajaran yang diinformasikan kepada siswa pada awal semester dalam satu tahun terakhir dari keseluruhan silabus mata pelajaran adalah:100% (50)%

2) Jumlah guru yang mengembangkan indikator pencapaian KD dan teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran adalah: 50% Jumlah guru yang mengembangkan indikator pencapaian KD dan teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran adalah: 100% (50)%

3 Pengembangan instrument
1) Kesesuaian antara instrumen penilaian (isi dan jenis-jenis soal) dan pedoman penilaian dengan bentuk dan teknik penilaian dari keseluruhan mata pelajaran yang SNP adalah:50% Kesesuaian antara instrumen penilaian (isi dan jenis-jenis soal) dan pedoman penilaian dengan bentuk dan teknik penilaian dari keseluruhan mata pelajaran yang SNP adalah:100% (50)%

2) Jumlah guru yang mengembangkan instrumen penilaian (isi dan jenis-jenis soal) dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian dari keseluruhan guru mata pelajaran adalah:50% Jumlah guru yang mengembangkan instrumen penilaian (isi dan jenis-jenis soal) dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian dari keseluruhan guru mata pelajaran adalah:100% (50)%

4 Aspek Pelaksanaan Penilaian
1) Jumlah guru yang mengembangkan instrumen penilaian (isi dan jenis-jenis soal) dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian dari keseluruhan guru mata pelajaran adalah:50% Jumlah guru yang mengembangkan instrumen penilaian (isi dan jenis-jenis soal) dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian dari keseluruhan guru mata pelajaran adalah:100% (50)%

2) Jumlah mata pelajaran yang pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa menggunakan teknik: (1) tes, (2) pengamatan, (3) penugasan terstruktur, (4) penugasan tidak terstruktur/mandiri, (5) bentuk lainnya selama satu tahun terakhir dari seluruh mata pelajaran yang ada adalah:5 Mp Jumlah mata pelajaran yang pelaksanaan penilaian hasil belajar siswa menggunakan teknik: (1) tes, (2) pengamatan, (3) penugasan terstruktur, (4) penugasan tidak terstruktur/mandiri, (5) bentuk lainnya selama satu tahun terakhir dari seluruh mata pelajaran yang ada adalah: 10 Mp 5 Mp
5 Aspek Pengolahan Hasil Penilaian
1) Jumlah guru yang mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar, dalam satu tahun terakhir adalah:50% Jumlah guru yang mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar, dalam satu tahun terakhir adalah:100% (50)%

2) Jumlah guru yang mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kesulitan belajar siswa, dalam satu tahun terakhir adalah:50% Jumlah guru yang mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kesulitan belajar siswa, dalam satu tahun terakhir adalah:100% (50)%

6 Aspek Pengembalian Hasil Penilaian
1) Jumlah guru yang mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai: catatan, komentar, petunjuk, arahan, solusi pemecahan permasalahan, dan sebagainya, dalam satu tahun terakhir adalah:70% Jumlah guru yang mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai: catatan, komentar, petunjuk, arahan, solusi pemecahan permasalahan, dan sebagainya, dalam satu tahun terakhir adalah:100% (30)%

2) Jumlah hasil pemeriksaan pekerjaan siswa yang dikembalikan kepada siswa disertai: catatan, komentar, petunjuk, arahan, solusi pemecahan permasalahan, dan sebagainya, dalam satu tahun terakhir adalah: 50 Jumlah guru yang mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa disertai: catatan, komentar, petunjuk, arahan, solusi pemecahan permasalahan, dan sebagainya, dalam satu tahun terakhir adalah:100% (50)% hasil pekerjaan siswa dikembalikan
7 Aspek Pemanfaatan Hasil Penilaian
1) Jumlah guru yang memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan penilaian seperti: remedial, pengayaan, pengembangan diri, dll, dalam satu tahun terakhir adalah:50% Jumlah guru yang memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan penilaian seperti: remedial, pengayaan, pengembangan diri, dll, dalam satu tahun terakhir adalah:100% (50)%

2) Jumlah guru yang memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran, seperti: perbaikan RPP, perbaikan metode, pemanfaatan media, pengelolaan kelas, dll, dalam satu tahun terakhir adalah: 20 Jumlah guru yang memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan pembelajaran, seperti: perbaikan RPP, perbaikan metode, pemanfaatan media, pengelolaan kelas, dll, dalam satu tahun terakhir adalah: 100% (80)%

3) Jumlah mata pelajaran yang dilakukan perbaikan penilaian seperti melalui: remedial, pengayaan, pengembangan diri, dll atas dasar hasil penilaian, selama satu tahun terakhir dari seluruh mata pelajaran yang ada adalah:5 Mp Jumlah mata pelajaran yang dilakukan perbaikan penilaian seperti melalui: remedial, pengayaan, pengembangan diri, dll atas dasar hasil penilaian, selama satu tahun terakhir dari seluruh mata pelajaran yang ada adalah: 10Mp 5 Mp

4) Pemanfaatan media, pengelolaan kelas, dll atas dasar hasil penilaian, selama satu tahun terakhir dari seluruh mata pelajaran yang ada adalah: 50% Pemanfaatan media, pengelolaan kelas, dll atas dasar hasil penilaian, selama satu tahun terakhir dari seluruh mata pelajaran yang ada adalah: 100% (50)%

8 Aspek Pemanfaatan Hasil Penilaian Pada Akhir Semester
1) Jumlah guru yang melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala sekolah dalam bentuk laporan prestasi belajar siswa, dalam satu tahun terakhir adalah: Jumlah guru yang melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala sekolah dalam bentuk laporan prestasi belajar siswa, dalam satu tahun terakhir adalah: 100 % guru

9 Aspek Penilaiah Akhlak Mulia
1) Jumlah guru yang melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester, dalam satu tahun terakhir adalah: Jumlah guru yang melaporkan hasil penilaian akhlak siswa kepada guru Pendidikan Agama sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester, dalam satu tahun terakhir adalah: (86-100)%

2) Jumlah guru yang melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester, dalam satu tahun terakhir adalah: Jumlah guru yang melaporkan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru Pendidikan Kewarganegaraan sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester, dalam satu tahun terakhir adalah: (86-100)%

B Komponen Penilaian Oleh Satuan Pendidikan
1 Aspek Penentuan Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM)
1) Jumlah mata pelajaran yang ditentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)-nya melalui rapat dewan guru dengan memperhatikan: karakteristik siswa, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi sekolah, dalam satu tahun terakhir adalah: Jumlah mata pelajaran yang ditentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM)-nya melalui rapat dewan guru dengan memperhatikan: karakteristik siswa, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi sekolah, dalam satu tahun terakhir adalah:11 MP 11 MP

2) Rata-rata KKM dari seluruh mata pelajaran pada tahun terakhir adalah:70 Rata-rata KKM dari seluruh mata pelajaran pada tahun terakhir adalah: 75 0,50

2 Aspek Koordinasi Evaluasi
1) Sekolah melaksanakan koordinasi dengan dewan guru, Dinas Pendidikan Kab/Kota, Wali kelas, Komite Sekolah, dll, untuk penyelenggaraan kegiatan: (1) evaluasi tengah semester, (2) evaluasi akhir semester, dan (3) evaluasi kenaikan kelas, dalam satu tahun terakhir adalah memenuhi: Sekolah melaksanakan koordinasi dengan dewan guru, Dinas Pendidikan Kab/Kota, Wali kelas, Komite Sekolah, dll, untuk penyelenggaraan kegiatan: (1) evaluasi tengah semester, (2) evaluasi akhir semester, dan (3) evaluasi kenaikan kelas, dalam satu tahun terakhir adalah memenuhi: 3 jenis kegiatan

3 Aspek Kriteria Kenaikan Kelas
1) Sekolah menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat kepala sekolah yang melibatkan: (1) dewan guru, (2) guru mapel, (3) wali kelas, dalam satu tahun terakhir adalah memenuhi keterlibatan: Sekolah menentukan kriteria kenaikan kelas melalui rapat kepala sekolah yang melibatkan: (1) dewan guru, (2) guru mapel, (3) wali kelas, dalam satu tahun terakhir adalah memenuhi keterlibatan: 3 komponen dan kepala sekolah
2) Salah satu kriteria kenaikan kelas adalah pencapaian nilai KKM, dalam satu tahun terakhir yaitu dengan rata-rata pencapaian: Salah satu kriteria kenaikan kelas adalah pencapaian nilai KKM, dalam satu tahun terakhir yaitu dengan rata-rata pencapaian:
Lebih besar atau sama dari rencana KKM
4 Aspek Penentuan Nilai Akhir Mata Pelajaran
1) Sekolah menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, iptek, estetika, serta jasmani, olahraga, dan kesehatan melalui rapat kepala sekolah yang mempertimbangkan hasil penilaian guru dengan melibatkan (1) dewan guru, (2) guru mapel, (3) wali kelas, dalam satu tahun terakhir adalah memenuhi keterlibatan: Sekolah menentukan nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, iptek, estetika, serta jasmani, olahraga, dan kesehatan melalui rapat kepala sekolah yang mempertimbangkan hasil penilaian guru dengan melibatkan (1) dewan guru, (2) guru mapel, (3) wali kelas, dalam satu tahun terakhir adalah memenuhi keterlibatan: 3 komponen dan kepala sekolah

2) Nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, pada tahun terakhir adalah:70 Nilai akhir kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, pada tahun terakhir adalah:75 0,50

3) Nilai akhir kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, pada tahun terakhir adalah:70 Nilai akhir kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, pada tahun terakhir adalah:75 0,50

4) Nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika, pada tahun terakhir adalah:70 Nilai akhir kelompok mata pelajaran estetika, pada tahun terakhir adalah:75 0,50

5) Nilai akhir kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan pada tahun terakhir adalah:70 Nilai akhir kelompok mata pelajaran pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan pada tahun terakhir adalah:75 0,50

5 Aspek Penyelenggaraan Ujian Sekolah
1) Sekolah menyelenggarakan ujian sekolah pada mata pelajaran, yaitu: (1) Pendidikan Agama, (2) PKn, (3) IPS, (4) Seni dan Budaya, (5) Pendidikan Jasmani, dan (6) TIK/Keterampilan serta (7) muatan lokal, dalam tahun terakhir memenuhi: Sekolah menyelenggarakan ujian sekolah pada mata pelajaran, yaitu: (1) Pendidikan Agama, (2) PKn, (3) IPS, (4) Seni dan Budaya, (5) Pendidikan Jasmani, dan (6) TIK/Keterampilan serta (7) muatan lokal, dalam tahun terakhir memenuhi: mapel

2) Sekolah menentukan kelulusan ujian sekolah dengan nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran pendidikan Agama sebesar:
70 Sekolah menentukan kelulusan ujian sekolah dengan nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran pendidikan Agama sebesar:
75 0,50

3) Sekolah menentukan kelulusan ujian sekolah dengan nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran PKn sebesar: 70 Sekolah menentukan kelulusan ujian sekolah dengan nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran PKn sebesar: 75 0,5

4) Sekolah menentukan kelulusan ujian sekolah dengan nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran IPS sebesar: 70 Sekolah menentukan kelulusan ujian sekolah dengan nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran IPS sebesar: 75 0,5

5) Sekolah menentukan kelulusan ujian sekolah dengan nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran Seni dan Budaya sebesar:70 Sekolah menentukan kelulusan ujian sekolah dengan nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran Seni dan Budaya sebesar:75 0,50

6) Sekolah menentukan kelulusan ujian sekolah dengan nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran Pendidikan Jasmani sebesar:70 Sekolah menentukan kelulusan ujian sekolah dengan nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran Pendidikan Jasmani sebesar: 75 0,50

7) Sekolah menentukan kelulusan ujian sekolah dengan nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran TIK/Keterampilan sebesar: 70 Sekolah menentukan kelulusan ujian sekolah dengan nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran TIK/Keterampilan sebesar: 75 0,50

8) Sekolah menentukan kelulusan ujian sekolah dengan nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran Muatan Lokal sebesar:
70 Sekolah menentukan kelulusan ujian sekolah dengan nilai pencapaian ketuntasan mata pelajaran Muatan Lokal sebesar:
75 0,50

6 Aspek Pelaporan Hasil Penilaian Mata Pelajaran
1) Apakah sekolah melaporkan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada orang tua/wali siswa dalam bentuk buku laporan hasil belajar siswa (raport), pada semester terakhir?
Apakah sekolah melaporkan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada orang tua/wali siswa dalam bentuk buku laporan hasil belajar siswa (raport), pada semester terakhir? Ya

2) Apakah sekolah melaporkan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada setiap akhir semester juga kepada siswa dalam bentuk buku laporan hasil belajar siswa (raport), pada semester terakhir? Apakah sekolah melaporkan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada setiap akhir semester juga kepada siswa dalam bentuk buku laporan hasil belajar siswa (raport), pada semester terakhir? Ya

7. Aspek Pelaporan Pencapaian Hasil Belajar Tingkat Satuan Pendidikan
1) Apakah sekolah melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota pada semester terakhir? Apakah sekolah melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota pada semester terakhir? Ya

2) Apakah sekolah melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota pada semester terakhir? Apakah sekolah melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota pada semester terakhir? Ya

8 Aspek Penentuan Kelulusan
1) Sekolah menentukan kriteria kelulusan siswa yang terdiri dari beberapa kriteria: Sekolah menentukan kriteria kelulusan siswa yang terdiri dari beberapa kriteria: 4 kriteria

2) Sekolah menentukan kelulusan siswa berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan pada tahun terakhir melalui rapat bersama kepala sekolah dengan melibatkan unsur: (1) dewan guru, (2) guru mapel, (3) wali kelas, (4) guru BK, yaitu memenuhi keterlibatan: Sekolah menentukan kelulusan siswa berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan pada tahun terakhir melalui rapat bersama kepala sekolah dengan melibatkan unsur: (1) dewan guru, (2) guru mapel, (3) wali kelas, (4) guru BK, yaitu memenuhi keterlibatan: 4 unsur

9 Aspek Penerbitan SKHUN
1) Sekolah menerbitkan dan menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujuan Nasional (SKHUN) setiap siswa yang mengikuti UN adalah: Sekolah menerbitkan dan menyerahkan Surat Keterangan Hasil Ujuan Nasional (SKHUN) setiap siswa yang mengikuti UN adalah: ≤ 7 hari setelah diterima dari Dinas Pendidikan Kab/Kota
10 Aspek Penerbitan Izajah
1) Sekolah menerbitkan dan menyerahkan ijasah kepada setiap siswa yang telah lulus sesuai dengan ketenuan yang ditetapkan, yaitu: Sekolah menerbitkan dan menyerahkan ijasah kepada setiap siswa yang telah lulus sesuai dengan ketenuan yang ditetapkan, yaitu: Sesuai ketentuan
C Komponen Penilaian Oleh Pemerintah
1 Aspek Pemanfaatan Hasil UN untuk Penentuan Kelanjutan Studi
1) Apakah sekolah menggunakan hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional SD/MI/ atau hasil ujian Paket A sebagai salah satu penentu penerimaan siswa baru? Apakah sekolah menggunakan hasil Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional SD/MI/ atau hasil ujian Paket A sebagai salah satu penentu penerimaan siswa baru? Ya

2) Sekolah memiliki prestasi hasil UN yang ditunjukkan dengan presentase kelulusan pada tahun terakhir, adalah: Sekolah memiliki prestasi hasil UN yang ditunjukkan dengan presentase kelulusan pada tahun terakhir, adalah:

3) Sekolah memiliki prestasi yang ditunjukkan dengan nilai rata-rata hasil UN pada tahun terakhir, adalah:
Tidak ada mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi daripada rata-rata nasional
Semua mata pelajaran yang diujikan lebih tinggi daripada rata-rata kecamatan

E. RENCANA KEGIATAN SEKOLAH

1. Pemenuhan Stándar Kompetensi Lulusan
Program Kerja 1 : Mengembangkan standar kompetensi lulusan
Rincian kegiatan :
1. Menetapkan standar pencapaian ketuntasan kompetensi pada tahun atau semester
2. Menetapkan standar kelulusan US dan UN, dan aspek kepribadian dan ahklak mulia.
3. Menetapkan target pencapaian prestasi akadmik dan non akademik
4. Menetapkan target dan kriteria kenaikan kelas
5. Menetapkan peraturan akademik sekolah
6. Sosialisasi standar kompetensi lulusan

2. Pemenuhan Standar Isi
Program Kerja 1: Peningkatan pemahaman terhadap SNP
Rincian Kegiatan :
1. Bedah PP No 19 tahun 2005.
Program Kerja 2 : Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP
Rincian Kegiatan :
1. Workshop KTSP
2. MGMP pemetaan SK dan KD kedalam indikator
3. MGMP pengembanagan silabus
4. MGMP pengembangan RPP
5. Workshop pengembaangan sistem penilaian
6. MGMP penyusunan beban belajar
Program kerja 3: Penyusunan Kalender Pendidikan
1. Workshop penyusunan kalender pendidikan
Program Kerja 4: Pengembangan perencanaan proses pembelajaran
Rincian Kegiatan :
1. Workshop penyusunan rencana pembelajaran CL, CTL, dan PAKEM
2. Workshop pengembangan bahan ajar
3. Mengembangkan inovasi sumber pembelajaran
4. Mengembangkan inovasi pengelolan manajemen kelas
Program Kerja 5: Peningkatan pelaksanaan proses pembelajaran
Rincian Kegiatan :
1. Menyelenggarakan Leson Study
2. Implementasi model CL, CTL, dan PAKEM
Program Kerja 6 : Peningkatan Pelaksanaan Proses Pembinaan Kesiswaan
Rincian Kegiatan :
1. Menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler Oalah raga, kesenian, pramuka, paskibra
2. Membentuk dan membina kontingen sekolah untuk OSN, OOSN dan FLSN
3. Kegiatan pembinaan rohani

3. Pemenuhan Standar Proses
Program Kerja 1 : Pengembangan perencanaan proses pembelajaran
Rincian Kegiatan :
1. Pendampingan penyusunan rencana pembelajaran CL, CTL, dan PAKEM
2. Workshop pengembangan bahan ajar
3. Workshop pengembangan sumber pembelajaran
4. Workshop manajemen kelas
Program Kerja 2 : Peningkatan pelaksanaan proses pembelajaran
Rincian Kegiatan :
1. Leson study
2. Pendampingan implementasi CL. CTL. Dan PAKEM
Program Kerja 3 : Peningkatan pelaksanaan proses pembelajaran
Rincian kegiatan :
1. Menyelenggarakan kegiatan ekstrakurikuler pramuka, olah raga, kesenian, paskibra, dan PMR
2. Pembentukan dan pembinaan kontingen sekolah untuk OSN, OOSN, dan FLSN
3. Membina kerohanian melalui salat berjamaah duhur dan Juamat, serta keputrian bagi siswi
Program Kerja 4 : Peningkatan penilaian hasil belajar
Rincian Kegiatan :
1. MGMP pengembangan prosedur, model dan teknik penilaian
2. MGMP analisis hasil ulangan harian dan penyusunan program remidial dan pengayaan
3. Menyelenggarakan program remidial dan pengayaan
4. MGMP bedah SKL mata pelajaran UN dan penyusunan program pelajaran tambahan
5. Memberikan pelajaran tambahan mata pelajaran UN
Program Kerja 5: Implementasi pengawasan proses pembelajaran
Rincian Kegiatan :
1. Menyusun program supervisi
2. Menyusun instrumen supervisi
3. Melaksanakan program supervisi
4. Menyusun program pemnatau
5. Melaksanakan program pemantauan
6. Menyusun program evalusi
7. Melaksanakan program evaluasi

4. Pemenuhan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Program Kerja 1 : Peningkatan kompetensi pedagogic guru sebagai agen pembelajaran
Rincian Kegiatan :
1. Pembinaan berkelanjutan kemampuan merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran
2. Pendampingan pelaksanaan proses pembelajaran sesuai dengan prinsip-prinsip pembelajaran
3. Pendampingan pelaksanaan penilaian penilaian sesuai standar penilaian
4. Melaksanakan Pembinaan
5. Pendokumentasian
Program Kerja 2 : Peningkatan kompetensi kepribadian dan social guru sebagai agen pembelajaran
Rincian Program :
1. Menyusun tatakrama dan tata tertib kehidupan sosial guru di sekolah
2. Melaksanakan bakti sosial guru
3. Menetapkan dokumen pemberian penghargaan dan sanksi
Program Kerja 3 : Peningkatan kompetensi profesional guru sebagai agen pembelajaran
Rincian Kegiatan :
1. Mengikutsertakan guru pada diklat mata pelajaran
2. Mengikutsertakan guru pada diklat penilaian hasil belajar
3. Mengikutsertakan guru pada diklat pengembangan media pembelajaran
Program Kerja 4 : Peningkatan mutu kepemimpinan kepala sekolah
Rincian Kegiatan :
1. Mengikuti pelatihan manajerial kepala sekolah

Program Kerja 5: Peningkatan kompetensi tata usaha
Rincian Kegiatan :
1. Mengikutsertakan tenaga TU pada bintek inventaris
2. Mengikutsertakan tenaga TU pada bintek pengelolaan kekuangan
Program Kerja 6: Peningkatan kompetensi pustakawan
Rincian Kegiatan :
2. Mengikutsertakan pustakawan pada pelatihan
Program Kerja 7 : Peningkatan kompetensi laboran
Rincian Kegiatan :
3. Mengikutsertakan laboran pada pelatihan

Program Kerja 8 : Pemenuhan kebutuhan tenaga layanan khusus
Rincian Kegiatan :
1. Rekrutmen tukang kebun dan tenaga kebersihan

5. Pemenuhan Standar Prasarana dan Sarana Pendidikan
Program Kerja 1 : Penataan lahan sekolah
Rincian Kegiatan :
1. Mengurus surat-surat tanah
2. Membuat rencana penggunaan lahan
3. Merehabilitasi pagar/pintu gerbang sekolah
Program Kerja 2 : Perawatan dan pemeliharan bangunan sekolah
Rincian Kegiatan :
1. Rehabilitasi 3 ruang kelas
2. Rehabilitasi WC siswa
3. Rehabilitasi tempat ibadah
4. Pengecatan dan pelaburan gedung sekolah
5. Rehabilitasi ruang kantor
6. Rehabilitasi drainase sekolah
7. Rehabilitasi saluran air bersih
8. Menata ruang kelas
9. Menata ruang laboratorium IPA
10. Penataan Lab. Komputer
11. Penataan Perpustakaan
12. Penataan Lab Bahasa
13. Menata ruang UKS
14. Menata ruang OSIS
15. Penataan sanggar pramuka
Program Kerja 3 : Pemenuhan kelengkapan sarana pembelajaran
Rincian Kegiatan :
1. Pengadaan 1 unit infokus
2. Pengadaan 1 unit laptop
3. Pengadaan 1 unit komputer destop
4. Membeli buku teks dan buku reperensi
5. Membeli peralatan laboratorium IPA
6. Membeli alat olah raga
7. Pengadaan meja kursi siswa
8. Membeli 3 unit printer
9. Membeli alat peraga Matematika
10. Pengadaan keperluan kantor lainnya.

6. Pemenuhan Satandar Pengelolaan
Program Kerja 1 : Pengembangan Rencana Kerja Sekolah
Rincian Kegiatan :
1. Workshop penyusunan RKS dan RKAS
2. Sosialisasi RKS dan RKAS
3. Mengendalikan dan mengawasi pelaksanaan RKS dan RKAS
Program Kerja 2 : Penyusunan regulasi sekolah sebagai pedoman pelaksanaan program kerja sekolah.
Rincian Kegiatan :
1. Menyusun program kerja bidang kesiswaan
2. Menyusun program kerja bidang kurikulum dan pembelajaran
3. Menyusun program kerja bidang pendidik dan tenaga kependidikan
4. Menyusun program kerja bidang sarana dan prasarana
5. Menyusun program kerja bidang ketatausahaan
Program Kerja 3 : Penerimaan siswa baru
Rincian Kegiatan :
1. Menyusun dokumen PSB
2. Melaksanakan penerimaan siswa baru
3. Kegiatan awal tahun pelajaran (MOS/MOPD)
Program Kerja 4 : Peningkatan pengawasan dan evaluasi
Rincian Kegiatan :
1. Menyusun program pengawasan dan monitoring
2. Melaksanakan pengawasan dan monitoring
Program Kerja 5 : Pengembangan pendayagunaan SDM sekolah
Rincian Kegiatan :
1. Menyusun pembagian tugas
2. Menyusun uraian tugas
Program Kerja 4 : Pengembangan system informasi manajemen sekolah
Rincian Kegiatan :
1. Membuat jaringan informasi akademik berupa blog atau brosur
2. Memasang jaringan internet di ruang guru, lab IPA dan Perpustakaan

7. Pemenuhan Standar Pembiayaan
Program Kerja 1 : Penyusunan RAPBS
Rincian Kegiatan :
1. Rapat pembentukan Tim Pengembang Sekolah;
2. Penyusunan RAPBS;
3. Pengesahan RAPBS
Program Kerja 2 : Pemenuhan biaya operasional personal
Rincian Kegiatan :
1. Membayar gaji dan tunjangan PNS
2. Membayar honorarium GTT
3. Membayar honorarium TUTT dan tenaga layanan khusus

Program Kerja 3 : Pemenuhan biaya opersional non personal
Rincian Kegiatan :
1. Belanja ATK
2. Belanja alat dan bahan habis pakai
3. Langganan daya dan jasa
4. Belanja kebutuhan sehari-hari kantor
5. Belanja rapat-rapat dinas sekolah
6. Belanja perjalanan dinas
Program Kerja 4 : Pemenuhan biaya personal
Rincian Kegiatan :
1. Membayar beasiswa bakat dan prestasi
2. Membayar bantuan siswa miskin
3. Membayar bantuan transpor siswa miskin
Program Kerja 5 : Peningkatan transparasi dan akuntabilitas
Rincian Kegiatan :
1. Menyusun laporan pertanggungjawaban keuangan sekolah
2. Melengkapi laporan pertanggungjawaban keuaangan sekolah
3. Melaksanakan pengawasan internal pengelolaan keuangan sekolah

8. Pemenuhan Standar Penilaian
Program Kerja 1 : Peningkatan penilaian oleh pendidik
Rincian Kegiatan :
1. Worskhop pengembangan penilaian oleh pendidik.
2. Menyusun instrumen penilaian
3. Analisis butir soal
4. Menyusun bank soal
5. Pemanfaatan hasil penilaian
Program Kerja 2 : Peningkatan penilaian oleh satuan pendidikan
Rincian Kegiatan :
1. Menyelenggarakan UTS
2. Menyelenggarakan UAS
3. Menyelenggarakan UKK
4. Menyelenggarakan US
Program Kerja 8 : Peningkatan penilaian oleh pemerintah
Rincian Kegiatan :
1. Sosialisi Standar Operasional Prosedur UN
2. Menyelenggarakan UN sesuai SOP

9. Pemenuhan Budaya dan Lingkungan Sekolah
Program Kerja 1 : Pembinaan budaya bersih
Rincian Kegiatan :
1. Menyusun program kebersihan sekolah
2. Membentuk tim penanggung jawab kebersihan sekolah
3. Menyelenggarakan perlombaan kebersihan antar kelas sebulan sekali
Program Kerja 2 : Peningkatan layanan kebersihan
Rincian Kegiatan :
1. Membeli 26 buah tempat sampat
2. Membeli 26 set alat kebersihan
3. Pengadaan sampah

G. Starategi Pelaksanaan Program

Strategi yang direncanakan dijalankan untuk melaksanakan programt secara efisien, efektif, jitu, dan tepat, yaitu :
1. Strategi Pemenuhan Standar Isi
1. Pembentukan Tim Pengembang Kurikulum Sekolah;
2. Melengkapi buku panduan penyusunan kurikulum sekolah;
3. Koordinasi dengan Jejaring Kurikulum Tingkat Kab/Kota/Propinsi, Komite Sekolah dan stakeholder lain;
4. Melaksanakan workshop, lokakarya, seminar, in House Training, dll untuk menghasilkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan;

2. Strategi Pemenuhan Standar Proses
1. Menyelenggarakan workshop pemetaan SK dan KD kedalam indicator;
2. Menyelenggarakan workshop penyusunan silabus dan RPP;
3. Menyelenggarakan pelatihan model dan strategi pembelajaran (CL, CTL, dan PKEM)
5. Menyelenggarakan workshop pengembangan bahan ajar;
6. Menyelenggarakan workhosp pengembangan sumber belajar;
7. Menyelenggarakan pelatihan manajemen kelas
8. Melaksanakan penilaian hasil belajar yang riil (authentic assessment);
9. Menyusun program dsan melaksanakan program pengawasan proses pembelajaran (pemantauan, supervise, evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut).
3. Strategi Pengembangan Standar Kompetensi Lulusan
1. Menjalin kerjasama dengan pihak lain dan mengoptimalkan SDM sekolah dalam melaksanakan rapat kerja sekolah untuk menghasilkan ketetapan sekolah berkenaan dengan kompetensi yang harus dikuasai oleh lulusan SMPN 1 Cisurupan yang menggambarkan profil ideal lulusan yang diharapkan sesuai standar kompetensi lulusan serta menghasilkan prosedur operasi standar untuk mewujudkan kompetensi lulusan yang ditetapkan dalam bentuk peraturan akademik;
2. Sosialisasi dan koordinasi dengan orang tua siswa , komite sekolah dan pemangku kepentingan lainnya secara berkala;
3. Menyusun dan melaksanakan program kegiatan yang berkaitan dengan peningkatan aspek kecerdasan peserta didik;
4. Menyusun dan melaksanakan program pengembangan diri sesuai minat dan bakat peserta didik untuk meningkatkan prestasi non akademik;
5. Menyusun dan melaksanakan program layanan konseling untuk membantu peserta didik yang menghadapi kendala dalam dalam belajar;
6. Mengadakan kegitan pembiasaan secara rutin dengan frekwensi tinggi bagi peserta didik untuk memperoleh pengalaman belajar melui kunjungan perpustakaan, kliping, mengadakan kelompok belajar, KIR, internet, dll.
7. Mengikut sertakan peserta didik dalam berbagai perlombaan akademis dan non akademis.

4. Pengembangan Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan
1 . Memelihara dan meningkatkan kesehatan jasmani dan rohani guru melalui kegiatan pembinaan kesegaran jasamani terencana, pemeriksaan kesehatan berkala, rekreasi, senam kesegaran, out bond, majlis talim, serta pemeliharan kekeluargaan.;
2. Mengembangkan kompetensi pedagogic, kepribadian, social, dan professional guru sebagai agen pembelajaran melalui pelatihan merencanakan pembelajaran, pelatihan model dan strategi pembelajaran, pelatihan pengembangan bahan ajar dan sumber belajar, peningkatan penguasaan materi pelajaran, dan pelatihan evaluasi pembelajaran, serta pelatihan penelitian;
3. Mengembangkan kualitas kepemimpinan kepala sekolah, melalui pelatihan kepemimpinan, kewirausahaan, peningkatan kemampuan supervise dan monitoring;
4. Mengembangkan kompetensi tenaga ketatausahaan, melalui kegiatan pelatihan atau bimbingan teknis inventaris, persuratan, administrasi kesiswaan, administrsai ketenagaan, dan pengelolaan keuangan;
5. Pemenuhan dan peningkatan kempotensi tenaga layanan khusus.

5. Pengembangan prasarana dan sarana pendidikan.
1. Membuat sertifikat kepemilikan lahan;
2. Pemagaran lahan sekolah;
3 Membuat masterplan/setplan pemanfaatan lahan sekolah;
4 Melengkapi pasilitas pemadam kebakaran;
5. Melengkapi pasilitas anti petir;
6. Pembangunan mushola;
7. Penyusunan program pemeliharaan dan perawatan bangunan;
8. Pengadaan lab computer, lab bahasa, ruang multi media, ruang UKS, ruang OSIS, Ruang konseling, penambahan WC siswa, gudang dan kantin sehat;
9. Penataan ruang kelas sesuai standar sarana dan prasarana (table 3);
10. Penataan ruang perpustakaan sesuai standar sarana dan prasarana (tabale 4);
11. Penataan ruang laboratorium IPA sesuai standar sarana dan prasarana (table 5);
12. Penataan ruang pimpinan (ruang kepala sekolah, wakil kepala sekolah, PKS, wali kali kelas, bendahara, ruang tamu, dan ruang rapat) (tebel 6);
13. Penataan ruang tata usaha ( ruang administrasi akademik, ruang ruang perkantoran, ruang bendahara, ruang penggandaan, ruang arsip) sesuai standar sarana dan prasarana (table 8);
14. Penataan tempat ibadah sesuai standar sarana dan prasarana;
15. Pengadaan ruang konseling sesuai standar sarana dan prasaran (table 9);
16. Pengadaan ruang UKS sesuai standar sarana dan prasarana (table 10);
17. Pengadaan 20 unit WC siswa sesuai standar sarana dan prasarana (table 12);
18. Pengedaan gudang sesuai standar sarana dan prasarana (table 13);
19. Penataan ruang sirkulasi;
20. Penataan tempat bermain sesuai sesuai standar sarana dan prasarana (table 14)

6. Pengembangan standar pengelolaan
1 Sosialisasi Visi, Misi dan Tujuan sekolah kepada warga sekolah, komite sekolah, dan masyarakat;
2 Menyusun atau merevisi Perogram Kerja Sekolah empat tahunan (RKS) dan program kerja satu tahun (RKAS) ;
3 Sosialisasi program kerja sekolah kepada warga sekolah, komite sekolah, masyarakat, dewan pendidikan, LSM dan dunia usaha.;
4 Menyusun perencanaan bidang kesiswaan;
5 Menyusun perencanaan bidang kurikulum dan pembelajaran;
6 Menyusun perencanaan bidang pengelolaan pendidik dan tenaga kependidikan;
7. Pengelolaan bidang sarana dan prasarana pembelajaran;
8. Pengelolaan bidang keuangan;
9. Perencanaan penciptaan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif.
10. Perencanaan kemitraan;
11. Perencanaan pengawasan (suverpisi, monitoring, evaluasi, pelaporan, dan tindak lanjut);
12. Perencanaan kegiatan evaluasi diri melalui kajian dan analisis : kekuatan, kelemahan, peluang dan anca,man;
13. Perencanaan evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, antara lain : kesesuaian penugasan dengan keahlian, keseimbangan beban tugas, kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, dan pencapaian prestasi;
14. Perencanaa akreditasi sekolah, antara lain : dokumen pendukung, personil/pelaksana, bukti fisik non dokumen, sapras yang dibutuhkanMenyusun pedoman pengelolaan sekolah secara tertulis, mudah dipahami, antara lain : 1. KTSP, 2. Kalender Pendidikan, 3. Struktur Organisasi, 4. Pendayagunaan pendidik dan tenaga kependidikan, 5. Pertaruran akademik, 6. Tata tertib sekolah, 7. Kode etik sekolah, 8. Biaya operasional, 9. Pedoman lainnya;
15. Menyusun struktur organisasi dengan uraian tugas yang jelas dari masing-masing anggota organisasi, antara lain : 1. Bagan oraganisasi, 2. Uraian tugas, tanggung jawab dan kewajiban 3. Mekanisme kerja organisasi, 4. Lengkap sesuai kebutuhan;
16. Melaksanakan program kerja sekolah sesuai dengan program tahunan
17. Melaksanakan kegiatan bidang kesiswaan, antara lain : 1. Seleksi penerimaan siswa baru, 2. Pemberian layanan konseling, 3. Melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler. 4. Melakukan pembinaan prestasi unggul, 5. Melakukan pelacakan alumni
18. Pelaksanaan kegiatan bidang kurikulum dan pembelajaran, antara lain : 1. KTSP, 2. Kalender Pendidikan, 3. Program pembelajaran, 4. Penilaian hasil pembelajaran, 5. Pertauran akademik;
19. Pelaksanaan kegiatan bidang pendidik dan tenaga kependidikan, antara lain : 1. Pembagian tugas, 2. Penentuan system penghargaan, 3. Pengembangan profesi, 4. Promeosi dan penempatan, 5. Mutasi.
20. Mengelola kegiatan bidang sarana dan prasarana, antara lain : 1. Pemenuhan sapras, 2. Pemeliharaan sapras, 3. Kelengkapan fasilitas pembelajaran, 4. Penyusunan skala prioritas pengembangan fasilitas pembelajaran, 5. Pemeliharaan fasilitas pembelajaran.
21. Mengelola bidang kegiatan keuangan dan pembiayaan pendidikan, antara lain : 1) Pengeluaran, pemasukan, dan pengelolaan, 2. Kewenanagan dan tanggung jawab sekolah, 3. Pembukuan, 4. Penggunaan anggaran dan pelaporan;
22. Menciptakan suasana, iklim, dan lingkungan pembelajaran yang kondusif, antara lain : 1. Seminar ilmiah, 2. Pelatihan pengembangan budaya dan lingkungan, 3. Menciptakan kebersihan, 4. Menanamkan jiwa kejuangan, 5. Kedisiplinan, dll;
23. Melibatkan masyarakat pendukung dan membangun kemitraan dengan lembaga lain yang relevan, antara lain : 1. LPMP, 2. DUDI, 3. Perguruan Tinggi, 4. Sekolah lain, 5. Puskesmas, 6. Kepolisian. 7. Lembaga lain yang relepan;
24. Memiliki program pengawasan dan sosialisasi, melalui : 1. Pengumuman, 2. Rapat dewan guru, 3. Keterlibatan dewan guru, 4. Keterlibatan warga sekolah;
25. Pelaksanaan pengawasan, melalui : 1. Suverpisi, 2. Monitoring, 3. Evaluasi, 4. Pelaporan, 5. Tindak lanjut hasil pelaporan;
27. Isi sasaran pengawasan meliputi bidang : 1. Kurikulum 2. Pembelajaran, 3. Penilaian, 4. Manajemen, 5. Pembiayaan, 6. Ketenagaan, 7. Sapras, 8. Kesiswaan, 9. Lingkungan dan budaya sekolah;
28. Melaksanakan kegiatan evaluasi diri, melalui pengkajian dan analisis kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman;
29. Evaluasi kinerja pendidik dan tenaga kependidikan, antara lain : 1. Kesesuaian penugasan dan keahlian, 2. Keseimbangan beban tugas, 3. Kinerja tenaga pendidik dan kependidikan, 4. Pencapai prestasi;
30. Pelaksanaan persiapan bahan yang diperlukan untuk akreditasi sekolah, antara lain : 1. Dokumen pendukung, 2. Personil pelaksana, 3. Bukti fisik non dokumen, 4. Sapras yang dibutuhkan;
31. Memiliki struktur kepemimpinan sesuai standar pendidik dan tenaga kependidikan, yaitu : 1. Seorang kepala sekolah dan satu atau lebih wakil kepala sekolah. 2. Dipilih secara demokratis, 3. Dilaporkan ke atasan langsung, 4. SK dari atasan;
32. Memiliki system inpormasi manajemen untuk mendukung administrasi pendidikan, antara lain : 1. Dokumen, 2. Foto, 3. Leflet, 4. Booklet, 5. Buku tamu, 6. Buletin, 7. CD, 8. Papan informasi, 9. Dll.

7. Pengembangan Standar Pembiayaan
1. Sekolah menyusun RKS dan RKAS yang di dalamnya memuat RAPBS dengan melibatkan stakeholder sekolah;

2. Menyusun catatan tahunan berupa dokumen nilai asset sarana dan prasarana secara menyeluruh.
3. Membelanjakan biaya untuk mengembangkan pendidik dan tenaga kependidikan berdasarkan RKAS.
4. Membayar gaji, insentip, transport, dan tunjangan lain tenaga pendidik pada tahun berjalan.
5. Membayar gaji, insentip, transport, dan tunjangan lain tenaga pendidik pada tahun berjalan.
6. Mengalokasikan untuk menununjang pelaksanaan kegiatan pembelajaran
7. Mengalokasikan dana untuk kegiatan kesiswaan
8. Mengalokasikan biaya pengadaan alat tulis untuk kegiatan pembelajaran
9. Mengeluarkan kan biaya pengadaan bahan habis pakai untuk kegiatan pembelajaran.
10. Mengeluarkan biaya pengadaan alat habis pakai untuk kegiatan pembelajaran
11. Mengeluarkan biaya untuk kegiatan rapat.
12. Mengeluarkan biaya untuk transport dan perjalanan dinas
13. Mengeluarkan biaya untuk pengadaan soal ujian
14. Menyediakan kan biaya untuk langganan daya dan jasa
15. Menyediakan anggaran untuk kegiatan operasional tidak langsung selama tiga tahun terakhir 16.Memiliki pedoman pengelolaan keuangan sebagai dasar penyusunan RKAS
17. Menyusun pembukuan biaya operasional
18. Menyusun laporan pertanggungjawaban pengelolaan keuangan dan menyampaikannya kepada pemerintah

8. Pengembangan Standar Penilaian
1. Menginformasikan silabus mata pelajaran yang didalamnya memuat rancangan dan kriteria penilaian
2. Mengembangkan indicator pencapaian KD dan teknik penilaian yang sesuai pada saat menyusun silabus mata pelajaran
3. Mengembangkan instrument dan pedoman penilaian sesuai dengan bentuk dan teknik penilaian
4. Melaksanakan tes, pengamatan, penugasan, dan bentuk lain yang diperlukan
5. Mengolah hasil penilaian untuk mengetahui kemajuan hasil belajar dan kesulitan belajar siswa
6. Mengembalikan hasil pemeriksaan pekerjaan siswa
7. Memanfaatkan hasil penilaian untuk perbaikan proses pembelajaran
8. Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada kepala sekolah dalam bentuk laporan prestasi hasil belajar siswa
9. Melaporkan pendidikan akhlak mulia kepada guru agama dan hasil penilaian kepribadian siswa kepada guru PKn sebagai informasi untuk menentukan nilai akhir semester.
10. Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal setiap mata pelajaran dengan memperhatikan karakteristik siswa, karakteristik mata pelajaran, dan kondisi sekolah
11. Mengkoordinasikan evaluasi tengah semester, aklhir semester dan evaluasi kenaikan kelas
12. Menetapkan kriteria kenaikan kelas dengan melibatkan dewan guru
13. Menentukan nilai akhir mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kewarganegaraan dan kepribadian, iptek, estetika, serta jasmani dan olah raga, dengan memperhatikan masukan dari dewan guru, guru maple dan wali kelas.
14. Menyelenggarakjan ujian sekolah dan menentukan kelulusan siswa dari ujian sekolah sesuai dengan Standar Operasi Prosedur (SOP) ujian sekolah.
15. Melaporkan hasil penilaian mata pelajaran untuk semua kelompok mata pelajaran pada setiap akhir semester kepada orang tua/wali siswa dalam bentuk buku laporan hasil belajar siswa.
16. Melaporkan pencapaian hasil belajar tingkat satuan pendidikan kepada Dinas Pendidikan Kabupaten
17. Menetukan kelulusan siswa melalui rapat dewan guru sesuai dengan kriteria kelulusan
18. Menerbitkan SKHUN dan Ijazah
19. Menyelenggarakan UN sesuai SOP yang dikelurakan oleh BNSP
20. Memanfaatkan hasil UN sebagai salah satu penentu penerimaan siswa baru.

9. Pemenuhan Budaya dan Lingkungan sekolah
Strategi yang dapat dilakukan untuk mewujudkan sasaran di atas antara lain: (1) melaksanakan workshop/pelatihan secara internal di sekolah, (2) kerjasama dengan komite sekolah, (3) kerjasama dengan masyarakat, (4) kerjasama dengan LPTK/instansi lain yang relevan, (5) kerjasama Dinas Tata Kota Daerah, (6) kerjasama dengan Rumah Sakit/puskesmas.

10. Strategi Pemenuhan Lingkungan Sekolah
Strategi yang dapat dilakukan untuk mewujudkan sasaran di atas antara lain: (1)
melaksanakan workshop/pelatihan secara internal di sekolah, (2) kerjasama dengan komite
sekolah, (3) kerjasama dengan masyarakat, (4) kerjasama dengan LPTK/instansi lain yang
relevan, (5) kerjasama dengan dunia usaha/industri

11. Strategi Pemenuhan Kegiatan Kesiswaan
Strategi yang dapat dilakukan untuk mewujudkan sasaran di atas antara lain: (1) melaksanakan workshop/pelatihan secara internal di sekolah, (2) kerjasama dengan komite sekolah, (3) kerjasama dengan masyarakat, (4) kerjasama dengan LPTK/instansi lain yang relevan, (5) kerjasama dengan dunia usaha/industri, (6) Melaksanakan lomba-lomba.

 

Silahkan klik => Contoh artikel dan Surat Lainnya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s